Trans Semarang Operasikan 27 Bus Listrik Buatan VKTR, Pakai Bodi Laksana

Trans Semarang Operasikan 27 Bus Listrik Buatan VKTR, Pakai Bodi Laksana

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 28 Sep 2026 11:39 WIB
Trans Semarang operasikan 27 bus listrik buatan merek lokal VKTR
Trans Semarang operasikan 27 bus listrik buatan merek lokal VKTR. Foto: VKTR
Jakarta -

Trans Semarang kini mulai mengoperasikan 27 bus listrik buatan VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR). Bus listrik ini menggunakan bodi buatan Laksana dan akan dioperasikan secara bertahap mulai September 2026 hingga akhir tahun.

Armada baru ini resmi diluncurkan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti pada Rabu (23/9). Bus listrik tersebut melayani Koridor 1 Trans Semarang dengan rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Semarang.

Bus listrik yang digunakan berjenis low deck dengan panjang 12 meter. Armada ini memiliki kapasitas hingga 60 penumpang dan dirancang dengan akses pintu rendah untuk memudahkan masyarakat, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, mengatakan pengoperasian bus listrik di Semarang menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung elektrifikasi kendaraan komersial sekaligus menghadirkan transportasi publik yang lebih nyaman dan inklusif.

"Bus listrik ini bukan sekadar mengganti kendaraan konvensional, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih nyaman, bersih, dan inklusif," ujar Ardi dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

Selain tidak menghasilkan emisi gas buang langsung, bus listrik mempunyai tingkat kebisingan operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Kehadirannya diharapkan dapat mendukung kualitas udara sekaligus membuat perjalanan warga Semarang lebih nyaman.

Sebelum resmi beroperasi, VKTR bersama Laksana telah melakukan uji coba teknis pada Februari-Maret 2026 di koridor yang sama.

Kolaborasi keduanya juga menjadi bagian dari penguatan industri kendaraan listrik di Jawa Tengah. VKTR menjalankan proses perakitan kendaraan, sedangkan Laksana berperan sebagai mitra karoseri yang mengerjakan bodi bus.

"27 bus listrik ini menunjukkan bahwa industri Jawa Tengah mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di daerahnya sendiri. Ini juga melibatkan manufaktur, karoseri, rantai pasok, tenaga kerja, dan kompetensi industri daerah," tambah Ardi.

Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, mengatakan kolaborasi dengan VKTR memadukan kemampuan manufaktur dan pengalaman karoseri untuk menghasilkan bus yang sesuai kebutuhan operasional Trans Semarang.

"Laksana menghadirkan bus yang sesuai kebutuhan operasional Trans Semarang. Kolaborasi ini menghasilkan armada yang nyaman, aksesibel, dan siap mendukung mobilitas masyarakat," ujar Stefan.

Sementara itu, Agustina mengatakan kehadiran bus listrik menjadi langkah Semarang menghadirkan transportasi publik yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

"Bus listrik Trans Semarang menjadi langkah nyata untuk menghadirkan mobilitas yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan," kata Agustina.

VKTR berpengalaman mengoperasikan lebih dari 150 bus listrik di berbagai layanan transportasi lokal dan menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan 27 bus listrik untuk Trans Semarang. Perusahaan menilai semakin luas penggunaan bus listrik, semakin penting pula kesiapan manufaktur, rantai pasok, sumber daya manusia, layanan purnajual, dan dukungan teknis.



(lua/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads