Kamis, 18 Jul 2019 16:33 WIB

Jalanan di RI Macet Jadi Tanda Ekonomi Meningkat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jalanan macet. Foto: Rengga Sancaya Jalanan macet. Foto: Rengga Sancaya
Tangerang - Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar Indonesia memang cukup padat. Kemacetan kerap kali tak terhindarkan karena banyaknya volume kendaraan di jalan raya.

Meski begitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap kemacetan di jalan raya merupakan suatu tanda kemajuan ekonomi di Indonesia. Karena banyak masyarakat Indonesia yang sudah mampu membeli mobil.


"Saya selalu ulangi bahwa tanda-tanda ekonomi suatu bangsa itu (naik) kalau sudah macet. Karena hanya negara yang masyarakatnya bisa membeli mobil yang macet, negara miskin nggak ada yang macet," kata JK dalam sambutannya di acara Opening Ceremony GIIAS 2019 di Nusantara Hall ICE, BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).

Pernyataan yang sama sempat dilontarkan JK saat membuka pameran serupa 2017 lalu. Saat itu, JK juga mengatakan semakin bertambah kemacetan berarti menunjukkan ekonomi yang maju.

Menurutnya saat itu, penjualan kendaraan yang semakin meningkat berarti ekonomi negara memiliki pertumbuhan yang baik.


"Efeknya menambah kemacetan justru kalau tidak macet kita khawatir bahwa ekonomi kita mundur, tapi kita bangun infrastruktur tanpa kurangi penjualan mobil," kata JK dua tahun lalu.

Meski menganggap kemacetan sebagai tanda kemajuan ekonomi karena banyaknya yang membeli mobil, peran berbagai pihak sangat diperlukan demi mengurai masalah kemacetan.

"Tentu perlu diatur oleh Menteri Perhubungan bagaimana caranya supaya pemakaian mobil itu teratur. Itu adalah hal yang terus perlu kita perbaiki," kata JK yang kemudian meresmikan pameran GIIAS 2019 ini.


Jalanan di RI Macet Jadi Tanda Ekonomi Meningkat
(rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com