Kamis, 25 Apr 2019 14:12 WIB

Pemilu Gaduh, Apakah Ada Efeknya ke Penjualan Mobil?

Luthfi Anshori - detikOto
Menperin melihat-lihat mobil Mercedes-Benz B-Class di arena IIMS 2019 Foto: Pradita Utama Menperin melihat-lihat mobil Mercedes-Benz B-Class di arena IIMS 2019 Foto: Pradita Utama
Jakarta - Tahun politik biasanya dikaitkan dengan alasan lesunya penjualan di sektor industri otomotif, baik mobil atau motor. Namun Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, meredam kekhawatiran tersebut.

"Tentunya kalau pasar otomotif, sampai akhir tahun pasarnya diproyeksikan terus tumbuh," kata Airlangga kepada wartawan, di sela-sela pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, di JIE Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Airlangga, momen sehabis Pemilu justru akan melahirkan investasi-investasi baru di industri otomotif yang menstimulus
penjualan produk-produk otomotif.



"Karena biasanya sesudah pemilu investasi akan meningkat, tentunya harapan kami dengan employment meningkat, investasi meningkat, pasar otomotif juga akan terus tumbuh," terang Airlangga.

Airlangga menambahkan pemilu yang baru dilaksanakan rakyat Indonesia termasuk pesta demokrasi terbesar di dunia dalam satu hari.

"Kalau di India itu 2 minggu dan di tempat lain juga beberapa hari, tapi Indonesia nyoblosnya 1 hari, ngitungnya agak lama. Inilah yang kita sebut industry 4.0 dengan digitalisasi di-proxy oleh quality control menggunakan database dan analitical data kita mendapatkan proxy hasil yang tentunya menunggu hasil resmi KPU," ujarnya.

Pemilu Gaduh, Apakah Ada Efeknya ke Penjualan Mobil?
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com