Jumat, 28 Agu 2015 14:08 WIB

Laporan dari GIIAS 2015

Sensasi Duduk di Bangku Penumpang Lamborghini Gallardo

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Tangerang - Di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, Anda bisa mendapat kesempatan masuk ke kabin supercar Lamborghini dan merasakan sensasi akselerasinya sebagai penumpang. detikOto pun tak membuang kesempatan untuk duduk di bangku penumpang Lamborghini Gallardo.

Ada dua unit mobil Lamborghini yang disesiakan panitia yaitu Lamborghini Aventador dan Lamborghini Gallardo. detikOto sih inginnya duduk di bangku penumpang Lamborghini Aventador yang mampu berakselerasi lebih cepat dibanding Lamborghini Gallardo.

Sayangnya, saat detikOto menyambangi booth taxi ride Lamborghini di arena outdoor ICE, BSD, tepatnya di belakang booth Ford dan Hyundai, panitia hanya menyediakan Lamborghini Gallardo. Alasannya karena Lamborghini Aventador sedang istirahat.

"Aventador lagi didinginin dulu, soalnya di sini panas. Kalau dipaksain malah overheat. Pokoknya istirahatnya harus satu jam sekali," kata salah seorang panitia.

Akhirnya detikOto hanya bisa merasakan sensasi akselerasi Lamborghini Gallardo di bangku penumpang. Oh ya, sebelum masuk ke kabin mobil Lamborghini, pengunjung harus melakukan registrasi terlebih dahulu.

Setelah itu, detikOto baru mendapat nomor antrean. Kemudian, detikOto langsung masuk ke dalam kabin Lamborghini Gallardo.

Suasana di dalam kabin memang hangat, cenderung panas. Maklum, bonggolan mesin beserta jantung pacunya berada tepat di belakang kabin. Ditambah lagi dengan cuaca siang yang cukup panas.

Tapi tenang, mobil super ini sudah dilengkapi dengan AC yang bisa diatur sesuai keinginan. Jadi tidak perlu khawatir kepanasan di dalam kabin.

Tio sang pengemudi sudah siap melajukan Lamborghini Gallardo. detikOto pun diminta untuk mengenakan sabuk pengaman. Lalu, transmisi pun dipindahkan ke gigi satu.

"Sudah siap?" tanya Tio.

Tio langsung tancap gas dalam-dalam ketika detikOto mengatakan sudah siap. Akselerasi yang begitu cepat dari mobil super ini pun langsung terasa.

Saking kencangnya akselerasi mobil ini, badan detikOto langsung menghentak ke belakang. Rasanya sama seperti naik wahana roller coaster di taman hiburan.

Sayangnya, trek yang tersedia tidak begitu panjang. Dengan jarak hanya sekitar 200 meter, mobil cuma bisa sampai posisi gigi 2.

Tio sebagai pengemudi pun mengeluh. Dia menyebut, lintasan yang tersedia masih kurang panjang sehingga kecepatan maksimal tidak bisa didapatnya.

Meski begitu, dengan jarak 200 meter kecepatan tinggi sudah bisa didapat. detikOto sempat melihat jarum speedometer menyentuh angka 80 km/jam sebelum Tio melakukan engine brake.

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com