Salah satu pengendaranya ialah Dyah Ayu Aristiya yang sudah menjadi Toyota Pretty sejak 2008 lalu. Dia menilai, mobil mungil beroda tiga ini bisa digunakan di Indonesia. Apalagi, di kota besar di Jakarta yang sudah sangat padat dengan kendaraan besar.
"Performanya sih bagus aja. Nyaman banget, untu jalan pun karena gampang kayak matik. Sebeanarnya sih cocok-cocok aja untuk Indonesia. Tapi tidak untuk jarak jauh. karena maksimalnya itu cuma 50 km (dalam satu kali pengisian baterai). Hanya untuk jarak dekat. Tapi kalau untuk Jakarta yang macet ini mungkin lebih cocok. Karena kan mobil listrik itu lebih irit," kata Tiya saat berbincang dengan detikOto di booth Toyota di GIIAS, ICE, BSD, Tangerang Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu bentuknya lucu, cute gitu. Terus mengingat di Jakarta cari parkir kayaknya susah ya, nah dengan i-Road kayaknya gampang juga. Bawa mobil ini di Jakarta gampang. Interior oke lah. Tapi aku lebih suka bentuk luarnya, lucu," katanya.
Tiya menilai, ketika mengendarai Toyota i-Road tidak ada bedanya dengan mengendari mobil bertransmisi otomatis lainnya. Hanya, pada mobil listrik beroda tiga dari Toyota ini tidak ada tuas persneling.
Baca juga: Mencoba i-Road
"Kalau mobil biasa kayak mobil matik itu kan ada persnelingnya, mesti pindahin dulu. Kalau ini dia pakai tombol. Jadi kalau mau jalan tetap injak rem dan tekan tombol drive, netral, mundur. Jadi tombol bukan persneling," ujar Tiya.
Dia berharap agar mobil Toyota i-Road ini bisa segera diluncurkan di Indonesia. Sebab, mobil ini memiliki tenaga listrik yang lebih ramah lingkungan.
"Harapannya, supaya cepat di-launching dan bisa dinikmatin masyarakat Indonesia. Ramah lingkungan soalnya, harus didukung, dan yang paling penting infrastrukturnya disiapkan," ucapnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya