ADVERTISEMENT
Rabu, 26 Agu 2015 09:02 WIB

Kenalan dengan Gadis Cantik Pengendara Mobil Masa Depan Toyota

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Tangerang - Mengenakan pakaian kulit ala film The Matrix, sesekali berkaca mata gelap, sesosok gadis cantik terlihat mengendarai mobil masa depan Toyota. Kendaraan yang dinamai Toyota i-Road itu bisa miring-miring seperti motor, namun memiliki setir bundar seperti mobil.

Ditemani gadis cantik lainnya yang menggunakan sepatu roda, dia mengendarai mobil personal i-Road dengan lincahnya.

Ialah Dyah Ayu Aristiya, salah satu dari dua orang pengemudi i-Road di booth Toyota di ajang GIIAS 2015 ini. Dia menyebut, mengendarai mobil personal i-Road tak beda jauh dengan mengendarai mobil bertransmisi otomatis.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
"Pertama kali bawa i-Road ya sepeti bawa mobil biasa aja. Ini kayak mobil matik biasa aja. Enggak ada bedanya," kata wanita yang akrab disapa Tiya saat berbincang dengan detikOto di booth Toyota di arena GIIAS 2015, ICE, BSD, Tangerang.

Dara asal Tanah Jawa itu mengaku, mengendarai mobil personal i-Road tidak sulit. Apalagi, sebelum tampil di GIIAS Tiya diajarkan langsung oleh instruktur dari Jepang.

Baca juga: Mencoba i-Road

"Mereka (instruktur dari Jepang) ngasih demo juga kan. Pertama sih pas aku sebelum ngendarain sempat mikir ada bedanya enggak ya sama mobil biasa. Tapi ternyata bedanya itu ketika kita manuver untuk belok kayak agak miring. Mungkin kalau orang lihat kayak mau jatuh gitu. Tapi ternyata enggak akan jatuh. Cuma miring kayak motor aja. Tapi bawa moilnya kayak mobil biasa," cerita Tiya.

Wanita yang telah menjadi Toyota Pretty sejak 2008 lalu itu mengatakan, mengendarai i-Road sama sekali tak ada kesulitan. Hanya, rasa grogi pasti ada karena dia harus tampil di depan banyak pasang mata yang menonton pertunjukkan i-Road bermanuver.

"Walaupun kita biasa bawa mobil, tapi ini kan rasanya berbeda ya. Karena ini kita di depan audience gitu dan feel-nya berbeda. Ada sound dan segala macem. Kalau grogi sih pasti ya, normal lah. Cuma karena kita sudah latihan, terus dipandu mesti bagaimana jadi nikmati aja. Yang terpenting kita sesuaikan sama beat lagu dengan kecepatan mobilnya," ujar Tiya.

Untuk itu, berbagai cara dilakukan Tiya agar rasa groginya hilang. Yang terpenting bagi dia adalah dengan tetap konstentrasi.

"Pertama, kalau aku yang penting konsentrasi aja. Ingat pas latihan seperti apa, dan dipasin sama lagu. Dan berdoa juga. Terakhir dibawa asyik aja sih, dibawa santai," katanya.




(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com