ADVERTISEMENT
Rabu, 29 Okt 2014 16:31 WIB

Indonesia Motorcycle Show 2014

Honda Kian Nafsu dengan Motor Sport

- detikOto
Jakarta - Semakin moncernya segmen pasar motor sport di Tanah Air membuat Honda Motor Company semakin bernafsu menggarap segmen itu lebih serius. Honda pada tahun-tahun mendatang akan meningkatkan porsi produksi motor jenis itu.

"Saya kira potensi pasar motor sport Indonesia sangat potensial," papar Chief Operating Officer Motorcycle Research and Development Center Honda Motor Company Yoshishige Nomura di sela acara IMoS 2014 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Menurutnya, pasar motor sport 250 cc di Indonesia berpotensi berkembang. "Bahkan segmen 150 cc sudah berkembang. Oleh karena itu, akan kami kembangkan model-model (sport) baru," ucapnya.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
Hanya, Nomura tak bersedia merinci model yang akan dikembangkan. Begitu pun dengan kapasitas produksi jika motor itu sudah mulai dibuat. Pernyataan Nomura sangat beralasan.

Sebelumnya, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Seluruh Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir pangsa pasar motor sport terus merangkak naik.

"Saat ini penjualan motor sport sudah hampir menyalip penjualan motor bebek," kata dia kepada detikOto.

Bahkan tahun ini, sepanjang Januari hingga September lalu porsi penjualan motor sport mencapai 14 persen lebih dari total penjualan motor.

"Sehingga, dua atau tiga tahun lagi penjualan motor sport akan melampaui (penjualan motor) bebek," ujarnya.

Terus bertumbuhnya penjualan motor sport, kata Sigit, seiring dengan membaiknya perekonomian, sehingga daya beli membaik. Maklum motor sport bagi masyarakat lebih sebagai bagian gaya hidup.

"Artinya pembeli motor sport itu, umumnya sudah memiliki motor," Sigit menjelaskan.

Sementara, ihwal peluang segmen motor sport 300 cc, baik Sigit maupun Nomura menyebut hal itu bisa saja berkembang asal permintaan pasar di Indonesia juga tinggi. Hanya saja, hingga saat ini, kemungkinan itu masih belum terlihat. Soalnya, menyangkut harga. Meski kapasitas mesinnya hanya terpaut 50 cc, namun selisih harganya bisa sangat besar.

"Jadi untuk segmen ini, konteksnya berbeda. Sebab, menyangkut harga," iimbuh Nomura.

(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com