Kamis, 09 Agu 2018 12:31 WIB

GIIAS 2018

Menaksir Harga Suzuki Jimny Anyar di Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Suzuki Jimny di GIIAS 2018. Foto: Rachman Haryanto Suzuki Jimny di GIIAS 2018. Foto: Rachman Haryanto
Tangerang - Suzuki memamerkan Jimny terbaru pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Tapi buat Otolovers penggemar Jimny, harus sedikit bersabar ya.

Jimny yang dipajang di GIIAS memang sekadar jadi pameran. Jimny itu dibawa langsung dari Jepang, jadi fresh from the oven. Pasalnya, Suzuki Jepang baru saja merilis Jimny awal bulan Juli.
Menaksir Harga Suzuki Jimny Anyar di Indonesia

Suzuki Indomobil beralasan saat ini masih mempelajari lebih dalam soal Jimny terbaru ini termasuk soal harganya. Supaya Otolovers tak berandai-andai terlalu jauh, Suzuki memberikan sedikit gambaran soal harga Jimny jika nantinya dijual di Indonesia.

"Kalau seandainya ditaksir, kita bisa mengacu pada harga Jimny yang kemarin kita launching itu sebagai gambaran kasar. Kalau saya nggak salah itu Rp 285 juta untuk Jimny 4x4 1.300cc seri M taun kemarin kita launching 88 unit cuma memang untuk edisi terbatas ya," kata 4W Head of Brand Development Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales Harold Donnel.

Suzuki memang saat ini terus melakukan survei terhadap pengunjung GIIAS yang berminat akan Jimny terbaru. Dari beberapa komentar pengunjung saat berbincang dengan detikOto, meminta agar harganya tidak lebih dari Rp 300 juta.

Namun ada juga yang rela membayar hingga setengah miliar rupiah demi Jimny terbaru ini.


Suzuki Jimny dikerubungi di GIIAS 2018.Suzuki Jimny dikerubungi di GIIAS 2018. Foto: Ruly Kurniawan
Di Jepang, Jimny terbaru ini dibanderol JPY 1.992.400 atau sekitar Rp 258 jutaan. Model transmisi otomatis dibanderol JPY 2.019.600 atau sekitar Rp 262 jutaan.

Sementara model Sierra terendah, yakni JL, untuk transmisi manual dibanderol JPY 1.760.400 atau sekitar Rp 228 juta, sedangkan transmisi otomatis dijual JPY 1.857.600 atau sekitar Rp 241 juta.

Namun bila masuk ke Indonesia, tentu harganya bisa lebih mahal. Sebab, jika statusnya masih impor ada beban pajaknya, beban karena mobil berpenggerak 4 roda dan lain sebagainya.



Cek video Mobil Pertama Jokowi di GIIAS 2018

(dry/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed