ADVERTISEMENT
Selasa, 30 Jun 2015 10:00 WIB

Survei

Pengendara Motor Lebih Paham Aturan Lalu Lintas Ketimbang Mobil

Arif Arianto - detikOto
Manchester - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan asuransi di Manchester, Inggris, Carole Nash, menunjukkan, ternyata para pengendara sepeda motor lebih memahami aturan lalu lintas ketimbang pengemudi kendaraan roda empat.

Penelitian itu disarkan pada tes teori dan praktik yang diberikan kepada dua kelompok pengguna kendaraan bermotor tersebut.

Seperti dilaporkan Visordown, hasil penelitian itu menyebut 16 persen pengemudi mobil gagal dalam tes mengemudi. Adapun untuk tes praktik yang sama, pengendara sepeda motor yang gagal hanya 6 persen.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
Tes ini diikuti oleh 1.358 pengendara motor dan 1.405 perngemudi mobil. Saat diminta untuk mengenali delapan rambu lalu lintas yang umum, 85 persen pengendara sepeda motor mampu mengenalinya secara tepat.

Sedangkan pengemudi mobil yang mampu mengenali secara akurat sebanyak 67 persen. Kesadaran akan potensi bahaya para pengemudi mobil juga terbukti lebih kecil dibanding pengguna sepeda motor.

Hasil penelitian menunjukkan, saat disajikan tanda-tanda lalu lintas simbol bahaya dalam tes pilihan ganda, hanya 34 persen pengemudi mobil yang mengenalinya dengan baik.

Sebaliknya, sebanyak 89 persen pengenmdara motor yang memahaminya. Tak hanya itu, dari 10 pengemudi mobil hanya empat pengemudi yang memahami perlunya ruang ekstra menyalip kendaraan lain.

Adapun di kelompok pengendara sepeda motor yang mengerti perlunya ruang ekstra lebih sebelum menyalip mencapai 95 persen. “Pengendara sepeda motor mencetak begitu tinggi (skor), karena mereka harus mememiliki kecerdasan mereka tentang kondisi setiap saat,” ujar Kepala Pemasaran Carole Nash.

Namun, dia mengatakan yang lebih penting adalah penelitian menunjukkan banyak pengemudi mobil yang masih tidak tahu bagaimana menafsirkan dan bereaksi terhadap situasi jalan sehari-hari . “Sesuatu yang kita percaya harus ditangani sesegera mungkin,” ujarnya.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Asosiasi Industri Sepeda Motor mengatakan perlunya tes teori yang sama baik untuk pengendara motor maupun pengemudi mobil. “Tes itu untuk pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor, bukan yang terpisah,” ucap Direktur Pelatihan Carole Nash, Karen Cole.

Itu di Inggris, bagaimana di Indonesia, menurut Otolovers?

(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com