Di Myanmar Ada Jalan Lega 10 Lajur, tapi Enggak Ada Mobil yang Melintas

ADVERTISEMENT

Di Myanmar Ada Jalan Lega 10 Lajur, tapi Enggak Ada Mobil yang Melintas

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Rabu, 03 Feb 2021 18:49 WIB
NAYPYITAW, BURMA - AUGUST 13:  A motorcyclist drives down a 20-lane highway on August 13, 2015 in Naypyitaw, Burma. The capital of Myanmar was moved from Yangon to Naypyitaw nearly 10 years ago, where, despite millions of dollars of government investment, the city has struggled to attract relocating Burmese locals or a substantial number of tourists.  (Photo by Taylor Weidman/Getty Images)
Jalanan yang terdiri dari 10 jalur di Naypyidaw (Getty Images/Taylor Weidman)
Jakarta -

Ada cerita unik dari Myanmar, negara yang sedang bergejolak karena kudeta militer. Negara tersebut punya ruas jalan yang sangat lebar, terdiri dari 10 lajur. Hanya saja, kendaraan yang melintas di jalan itu nyaris nol.

Jalanan tersebut berada di kota Naypyidaw, yang merupakan Ibu Kota Myanmar. Naypyidaw resmi menjadi ibukota negara terhitung sejak tahun 2005, menggantikan kota Yangon.

Dilansir dari Business Insider, kota Naypyidaw memiliki luas sebesar 7.054 km persegi, empat setengah kali lebih luas dari Kota London di Inggris. Meskipun luas, kota Naypyidaw hanya ditempati satu juta jiwa penduduk saja. Berbanding terbalik dengan jumlah populasi penduduk di London yang menyentuh angka 8,7 juta jiwa.

Sarana dan fasilitas dibangun oleh pemimpin rezim militer kala itu, termasuk dalam infrastruktur jalan raya. Tak tanggung-tanggung salah satu ruas jalan dibuat sangat lebar, sampai delapan buah lajur untuk satu arah.

NAYPYITAW, BURMA - AUGUST 13:  A Burmese woman walks by a road junction on August 13, 2015 in Naypyitaw, Burma. The capital of Myanmar was moved from Yangon to Naypyitaw nearly 10 years ago, where, despite millions of dollars of government investment, the city has struggled to attract relocating Burmese locals or a substantial number of tourists.  (Photo by Taylor Weidman/Getty Images)Salah satu persimpangan jalan di Naypyitaw. Meski statusnya merupakan ibukota negara, kota ini kesulitan menarik warga untuk datang dan tinggal di sana. (Photo by Taylor Weidman/Getty Images) Foto: Getty Images/Taylor Weidman

Satu ruas jalan raya di kota Naypyidaw malah ada yang mencapai 10 lajur sekaligus. Jika ditotal, jumlah kedua ruas di jalan raya dapat mencapai 20 lajur. Saking lebarnya, jalan raya tersebut bisa digunakan untuk bermain sepak bola.

Tetapi ruas jalan yang lebar tak sebanding dengan pengendara atau volume kendaraan yang melintas. Nyatanya jalanan terlihat sangat lengang dan lebih menyerupai sebuah kota mati tak berpenghuni.

Tidak banyak aktivitas pengendara yang terlihat di ruas jalan raya kota Naypyidaw. Bahkan saat memasuki rush hour, terlihat sangat kosong dan sesekali terdapat bus yang melintas pada jalan raya tersebut.

Untuk sarana seperti transportasi publik, Kota Naypyidaw memiliki bus umum dan juga taksi. Namun transportasi antara Naypyidaw dengan kota tetangga terbilang sulit dikarenakan belum adanya sistem kereta commuter. Semisal ingin berpergian dari Naypyidaw ke Yangon, satu-satunya akses yang terjangkau adalah dengan menaiki bus.

NAYPYITAW, MYANMAR - DECEMBER 6 :  Street sweepers keep the wide streets clean December 6, 2011 in Nay Pyi Taw, Myanmar. NayPyiTaw is the capitol city of Myanmar, formally in Yangon until the Burmese government created a new secluded capitol closed off from much of the world until recently. The pace of change in Myanmar brought U.S Secretary of State Hillary Clinton to the country where she discussed further paths to reform and crucial talks with both Aung San Suu Kyi and the highest levels of the Burmese government. For many years Myanmar has suffered from economic stagnation, political repression and international isolation. In March the army handed power to a civilian government after almost five decades of the military regime's strong arm rule. The handover took place after a controlled election under a new constitution that preserved much of the military clout.  Internet has been loosened up as previously inaccessible foreign news and opposition websites have been unblocked. (Photo by Paula Bronstein/Getty Images)Segelintir kendaraan melintas di ruas jalan yang terdiri dari 10 lajur di Kota Nay Pyi Taw, Myanmar (Getty Images/Paula Bronstein)

Melihat kondisi jalan raya yang lebar dan tak sebanding dengan pengendara yang melintas, nampaknya menjadi sia-sia. Diyakini jalanan dengan jumlat lajur yang sangat banyak tersebut dibuat sebagai antisipasi pertumbuhan jumlah kendaraan yang nantinya akan memadati kota. Diketahui, banyak kota-kota di dunia yang kini kewalahan mengatasi volume lalulintas.

Tapi setelah lebih dari 10 tahun menjadi ibukota, Naypyidaw nyatanya masih sangat sepi.



Simak Video "Junta Myanmar Bebaskan 4 Tahanan Asing"
[Gambas:Video 20detik]
(din/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT