Industri Otomotif RI Bisa Bikin 2,5 Juta Mobil/Tahun, tapi Jualannya Cuma 800 Ribuan

Industri Otomotif RI Bisa Bikin 2,5 Juta Mobil/Tahun, tapi Jualannya Cuma 800 Ribuan

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 07 Jul 2026 16:05 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz
Hyundai Stargazer Cartenz. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Industri otomotif Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Saat ini, kapasitas produksi kendaraan roda empat (mobil) nasional mencapai 2,5 juta unit per tahun. Namun, penjualan mobil di pasar domestik baru di kisaran 780 ribu hingga 800 ribu unit.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, industri otomotif Indonesia sebenarnya pernah mencatat penjualan hingga satu juta unit per tahun. Sayangnya, angka tersebut belum mampu kembali diraih dalam beberapa tahun terakhir.

"Indonesia sendiri kan sudah pernah angkanya di 1 juta (unit penjualan) secara pasar atau market. Nah sekarang kan baru sekitar 780 (ribu) sampai dengan 800 (ribu)," kata Frans kepada wartawan di Jakarta belum lama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Frans, kapasitas produksi industri otomotif Indonesia saat ini jauh melampaui permintaan pasar domestik. Karena itu pabrikan harus memanfaatkan fasilitas produksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

"Terus kemudian kemampuan produksi kita ada di angka 2,5 juta (unit per tahun). Jadi kemampuan produksi itu kita bisa pakai, baik untuk penjualan domestik, maupun juga untuk penjualan ekspor," ujarnya lagi.

Hyundai jadi salah satu pabrikan yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus pusat ekspor. Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Hyundai mengekspor 4.145 unit kendaraan completely built up (CBU) sepanjang Mei 2026. Secara kumulatif, ekspor Hyundai pada Januari-Mei 2026 mencapai 18.525 unit.

Model yang diekspor antara lain Hyundai Stargazer dan Creta. Keduanya diproduksi di pabrik Hyundai di Cikarang sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan seperti Filipina, Thailand, Vietnam, kawasan Timur Tengah, Asia Pasifik, Afrika, hingga Meksiko.

Pernyataan Frans sejalan dengan pernyataan Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara yang disampaikan beberapa waktu lalu. Kata Kukuh, salah satu tantangan terbesar industri otomotif Indonesia adalah meningkatkan permintaan pasar domestik, sekaligus memperluas pasar ekspor.

Kukuh menilai industri otomotif tidak boleh hanya bergantung pada penjualan di dalam negeri. Untuk keluar dari jebakan sales trap of 1 million units, Indonesia harus makin agresif membuka pasar ekspor baru.

"Kita harus agresif karena ini satu-satunya industri yang mampu bertahan cukup lama, bahkan mampu survive dalam kondisi (terburuk) seperti pandemi (Covid-19) kemarin," ungkap Kukuh beberapa waktu lalu.

Kukuh menambahkan, varian mobil yang diproduksi industri otomotif di Indonesia harus diperbanyak, kemudian negara tujuan ekspor juga harus diperbanyak, supaya bisa mengoptimalkan kapasitas industri yang ada.

"Kita juga bersyukur negara lain mulai melirik Indonesia. Tapi juga kita sampaikan, mau datang ke Indonesia silahkan karena pasarnya gede, potensinya gede, karena bukan hanya di Jawa saja, daerah lain mulai tumbuh, kita sampaikan ini ternyata direspons cukup baik, tidak hanya Korea saja, China pun datang, Eropa pun sekarang kembali lagi," bilang Kukuh.



(lua/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads