Kejadian Lagi! Truk Diduga Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Bekasi

Kejadian Lagi! Truk Diduga Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Bekasi

Rangga Rahadiansyah, Wildan Noviansah - detikOto
Senin, 29 Jun 2026 13:08 WIB
Ilustrasi Kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan. Foto: detikcom/Thinkstock/assistantua
Jakarta -

Lagi dan lagi, truk diduga mengalami rem blong menabrak beberapa kendaraan yang berhenti di lampu merah di Bekasi, Jawa Barat. Kecelakaan itu mengakibatkan korban berjatuhan.

Dikutip detikNews, kecelakaan horor itu terjadi di Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi, pagi tadi. Kecelakaan melibatkan truk diduga rem blong dengan sejumlah kendaraan hingga mengakibatkan korban berjatuhan.

Rekaman video amatir yang beredar viral di media sosial memperlihatkan detik-detik terjadinya kecelakaan tersebut. Sejumlah korban terlihat tergeletak di aspal jalan. Di antaranya pengemudi dan penumpang ojek yang terluka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu Iptu Asep Tiana mengungkapkan awal mula terjadinya kecelakaan tersebut, truk diduga menerobos lampu merah hingga menabrak sejumlah motor.

ADVERTISEMENT

"Dugaan sementara menurut saksi sih dia udah posisi merah, tapi terus yang lampu merah yang dari Unisma ke arah Kartini udah hijau. Nah, nggak tahu mobilnya blong apa emang dia maksa nerobos lampu merah," kata Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu Iptu Asep Tiana, Senin (29/6/2026).

Total ada satu mobil dan lima motor yang ditabrak truk wing boks tersebut. Diduga, truk tersebut mengalami rem blong.

"Dugaan sementara rem blong, dia nyerobot lampu merah mobil boksnya," ujarnya.

Truk Rem Blong Masih Menghantui

Truk yang mengalami rem blong masih menghantui para pengguna jalan. Tak sedikit korban melayang akibat truk rem blong dan menabrak kendaraan lain.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan rem yang tidak berfungsi menyebabkan kendaraan memiliki gaya dorong lebih besar. Hal itu jelas akan semakin banyak yang terdampak, bahkan sampai menimbulkan korban meninggal dunia.

"Bisa disimpulkan jika sebuah kendaraan jauh lebih berat daripada kendaraan lain, kendaraan yang lebih ringan cenderung mengalami kerusakan lebih besar dalam kecelakaan," kata Reza kepada detikOto belum lama ini.

Reza bilang, banyak kejadian truk rem blong karena masalah perawatan dan human error. Menurutnya, intensitas dan peningkatan fatalitas saat terjadi rem blong juga disebabkan tindakan pengemudi yang salah melakukan emergency handling saat terjadi rem blong. Sayangnya, penanganan itu belum pernah diajarkan siapa pun.

Menurut Reza, rem blong pada kendaraan besar terus terjadi karena beberapa faktor. Pertama karena brake fading, yaitu ketika kampas rem mengalami overheat.

"Kedua tekor angin, di mana udara bertekanan menurun dengan cepat saat digunakan pengereman berulang sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk mengerem dan memindahkan kopling. Ketiga vapor lock, yaitu rem blong karena minyak remnya mendidih. Kemudian posisi transmisi netral karena pengemudi berusaha memindahkan ke (gigi) lebih rendah dan ini tidak mungkin terjadi, malah netral," sebut Reza.



(rgr/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads