Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen alias VW, disebut-sebut akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Bahkan, mereka konon juga bakal menutup empat pabriknya di Jerman. Apa penyebab utama di balik keputusan tersebut?
Menurut laporan Manager Magazine yang dimuat Reuters, keputusan itu diambil setelah keuntungan Volkswagen Group merosot 44 persen tahun lalu. Hal tersebut merupakan imbas dari serbuan mobil-mobil baru dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber yang sama mengatakan, Chief Executive Officer (CEO) VW Oliver Blume dan Chief Financial Officer (CFO) VW Arno Antlitz telah melakukan pertemuan untuk menyusun langkan efisiensi total. Kabarnya, ada 100 ribu buruh yang akan terdampak penyesuaian bisnis.
The manager of the Volkswagen production site in Emden Uwe Schwartz (L) and the CEO of the Volkswagen Passenger Cars brand Ralf Brandstaetter (R) pose near a Volkswagen (VW) ID.4 electric car at the assembly line of German carmaker Volkswagen in the production site in Emden, northern Germany, on May 20, 2022. (Photo by DAVID HECKER / AFP) (Photo by DAVID HECKER/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/DAVID HECKER |
Langkah tersebut tak hanya mencakup pengurangan tenaga kerja. Volkswagen juga dikabarkan mempertimbangkan penutupan sejumlah pabrik, memangkas belanja investasi, mengurangi biaya administrasi, hingga merombak struktur organisasi grup.
Menurut sumber yang sama, ada empat pabrik VW Group yang akan terdampak efisiensi tersebut, yakni pabrik Volkswagen di Hanover, Emden, dan Zwickau, serta pabrik Audi di Neckarsulm.
Produksi kendaraan di pabrik-pabrik tersebut konon akan dihentikan setelah siklus model yang saat ini diproduksi berakhir. Jika terealisasi, lebih dari 45 ribu pekerjaan yang terkait dengan fasilitas tersebut berpotensi akan terdampak.
Selain itu, manajemen juga dikabarkan sedang mengkaji pemisahan merek utama Volkswagen dengan bisnis komponen kendaraan. Langkah ini diyakini dapat menyederhanakan struktur perusahaan sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan bisnis.
Hingga sekarang, VW belum mengonfirmasi rincian rencana tersebut. Juru bicara perusahaan hanya menyatakan pembahasan masih berlangsung melalui mekanisme internal. Mereka juga menegaskan, perusahaan memang harus mengambil langkah besar-besaran agar tetap kompetitif di pasar global.
Di sisi lain, serikat pekerja IG Metall dan dewan pekerja Volkswagen menolak wacana tersebut. Mereka menegaskan akan melawan setiap upaya pemangkasan yang dinilai merugikan karyawan. Kepastian mengenai rencana restrukturisasi ini diperkirakan akan mulai terungkap dalam rapat dewan pengawas pada 9 Juli mendatang.











































