Kemlu soal 2 Pabrik Otomotif Cabut dari RI: Yang Mau Investasi Banyak!

Kemlu soal 2 Pabrik Otomotif Cabut dari RI: Yang Mau Investasi Banyak!

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Kamis, 25 Jun 2026 16:30 WIB
People work on one of the production lines at the General Motors GM.N factory in Ecuador, which will stop production amid pressure from competitors but still sell vehicles in the country, in Quito, Ecuador September 2, 2024. REUTERS/Karen Toro
Ilustrasi pabrik otomotif. Foto: REUTERS/Karen Toro
Jakarta -

Baru-baru ini, publik dihebohkan kabar dua pabrik otomotif di Jawa Timur (Jatim) mau pindah dari Indonesia ke Vietnam. Keduanya sama-sama memiliki induk perusahaan yang berasal dari Jepang. Apa kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI soal ini?

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Santo Darmosumarto mengingatkan, kabar kepindahan dua pabrik otomotif tersebut tak mencerminkan iklim investasi nasional. Sebab, kata dia, di saat bersamaan, ada banyak yang mau masuk dan investasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena di saat yang sama kita masih melihat banyak sekali investasi baru yang datang ke Indonesia dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China," kata Santo di Jakarta, dilansir dari Antaranews, Kamis (25/6).

People work on one of the production lines at the General Motors' GM.N factory in Ecuador, which will stop production amid pressure from competitors but still sell vehicles in the country, in Quito, Ecuador September 2, 2024. REUTERS/Karen ToroIlustrasi pabrik otomotif Foto: REUTERS/Karen Toro

Lebih jauh, Santo mengklaim, keputusan perusahaan pindah dari Indonesia ke negara lain tak ada kaitannya dengan iklim bisnis nasional. Menurutnya, jika ada perusahaan yang hengkang, maka ada strategi korporasi yang sedang dijalankan pihak-pihak terkait.

ADVERTISEMENT

Santo juga menyoroti adanya sejumlah komitmen investasi baru yang berhasil diteken usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara akhir-akhir ini, seperti Korea Selatan dan Jepang.

"Walaupun ada beberapa yang keluar, bukan berarti mereka keluar karena spesifik kondisi iklim di Indonesia, tapi bisa jadi juga karena perencanaan strategis internal mereka," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengumumkan, akan ada dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur yang bakal pindah ke Vietnam. Keduanya sama-sama memiliki induk perusahaan yang berasal dari Jepang.

Menurut Iqbal, kepindahan pabrik tersebut membuat ribuan pegawai akan terdampak pemutusan hubungan kerja alias PHK. Sayangnya, dia belum bisa mengungkap, apa nama dua perusahaan otomotif tersebut.

"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers.

Iqbal membocorkan, dua perusahaan tersebut memiliki inisial J dan S. Keduanya memilih cabut ke Vietnam untuk mengembangkan kendaraan listrik. Bagi mereka, Vietnam lebih produktif ketimbang Indonesia.

"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," tuturnya.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena (PHK)," kata dia menambahkan.

Meski demikian, dikutip dari CNN Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI telah menepis isu hengkangnya dua perusahaan otomotif tersebut. Menurut mereka, keduanya tetap beroperasi normal dan berkontribusi pada ekspor nasional.



(sfn/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads