2 Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pamit dari RI, Pengusaha Bilang Begini

2 Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pamit dari RI, Pengusaha Bilang Begini

Andi Hidayat, Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 24 Jun 2026 08:43 WIB
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam
Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam. Foto: Achmad Dwi
Jakarta -

Dua pabrik otomotif Jepang dikabarkan mau hengkang ke Vietnam. Berikut ini tanggapan pengusaha terkait kabar tersebut.

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengumumkan, akan ada dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur bakal cabut dari RI. Dua pabrik tersebut dikabarkan akan melakukan relokasi ke Vietnam. Said tak mengungkap dua pabrikan tersebut, dia hanya memberikan klu melalui inisial yakni PT J dan PT S.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kasih inisial saja ya, inisial, nggak boleh sebut nama karena ini lagi negosiasi. Inisialnya, PT J dan PT S. Jangan disebutkan (nama perusahaan) nanti berantakan negosiasinya. Kadang-kadang negosiasi secara silent itu penting di awal-awal ya, PT J dan PT S," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan hengkangnya dua pabrikan tersebut berkaitan dengan pengembangan mobil listrik.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik," sambung Said.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam buka suara tentang kabar hengkangnya dua pabrikan tersebut. Menurut Bob, sejauh ini belum ada keputusan final dua pabrikan otomotif itu bakal meninggalkan Indonesia.

"Kita belum dapat laporannya, jadi kita harus lihat dulu. Harus diteliti dulu, jangan digong langsung gitu, ya kan. Karena itu bisa menyebabkan keresahan dan sebagainya. Jadi kita harus lihat apakah itu hengkang, apakah ada konsolidasi regional, apakah ada repositioning produk. Karena ini kan multinasional company yang beroperasi di beberapa negara," ungkap Bob dikutip detikFinance.

Bob menuturkan, perusahaan tersebut merupakan penghasil komponen kelistrikan dan melakukan kegiatan ekspor ke AS. Bob menyebut produsen komponen otomotif yang berbasis ekspor saat ini memang tengah menghadapi tantangan. Utamanya bagi perusahaan yang melakukan impor produk ke Amerika Serikat (AS) lantaran dikenakan tarif baru.

"Makanya kita harus klarifikasi lagi, apakah bener-bener hengkang, ya kan. Yang saya dengar nggak begitu, gitu loh. Jadi, ya, kita harus teliti lagi, lebih dalam lagi," tambah Bob.

Simak Video 'Respons Menaker soal 2 Raksasa Otomotif Mau Hengkang dari RI':

(dry/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads