Karyawan Dealer Shock Ada Ibu-ibu Beli Mobil Pakai Uang Koin

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 16 Jul 2021 11:32 WIB
Bulukumba -

Ibu-ibu bernama Marni (46) dan suami, Hengki (52) membawa bertumpuk-tumpuk uang receh koin dan kertas untuk membeli mobil Toyota Rush TRD di dealer Toyota Hadji Kalla Bulukumba, Sulawesi Selatan. Karyawan dealer sempat kaget karena pembayaran ini terbilang langka, dan membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Suandi Bali, Marketing Toyota Hadji Kalla Bulukumba mengatakan Marni dan Hengki datang ke dealer tempatnya bekerja pada Rabu (14/7). Dia tak menyangka konsumennya itu menggunakan duit receh sebagai alat transaksi.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa ibu ini mau pelunasan di kantor menggunakan uang koin," kata Suandi saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2021).

"Pihak kantor juga sempat shock, kepala cabang, supervisor, kepala bengkel datang semua tanya-tanya semua itu," sambung dia.

Suandi menceritakan uang yang dibawa Marni dan Hengki itu merupakan hasil usaha yang ditabung selama lebih dari 5 tahun. Uang receh tersebut terdiri dari uang koin Rp 500, Rp 1.000, dan uang kertas pecahan Rp 1.000 sampai Rp 5.000.

"Ada itu toples kurang lebih 20 toples untuk koinnya kalau tidak salah," kata Suandi.

"Ada juga pakai kantong kresek, sekitar delapan kantong Rp 500 rupiah. Uang kertasnya pakai dus besar, satu kardus pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 5.000, paling banyak Rp 1.000," tutur dia.

Tumpukan uang koin dan pecahan receh tersebut terkadang bikin susah pihak dealer karena harus menghitung ulang dengan memakan waktu lebih ekstra. Tapi tidak bagi Suandi sebab ini merupakan salah satu perjuangan seorang ibu yang perlu diapresiasi.

"Saya pribadi tidak pernah pikirkan (kesulitan atau tidak), di mata saya semua uang sama, kebetulan ini saya yang proses ini (pembelian ibu)," jelas dia.

Saat ini pihak Suandi masih menghitung duit receh tersebut, diperkirakan memakan waktu hingga satu minggu. Di sisi lain, Marni bukannya tanpa usaha untuk menukarkan uang koin dan recehan ke bank. Dia sudah mendatangi bank tapi diminta pulang kembali untuk dirapikan.

"Bank tidak mau ambil, katanya harus diikat dulu, Rp 10 ribu, Rp 10 ribu, bukan ditolak cuma uangnya dibawa pulang (dirapihkan) baru dibawa kembali," ucap Marni saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7).

Akhirnya dengan bantuan Suandi dan tim Toyota Kalla Bulukumba, uang Marni pun dihitung. Saat ini totalnya baru mencapai Rp 60 jutaan.

"Saya hargai perjuangan ibu ini, saya sampaikan silahkan datang, saya akan layani. Apapun bentuknya, saya siap bantu," kata Suandi.

"Untuk sekarang belum dihitung secara pasti, karena membutuhkan waktu selama satu minggu," sambung dia.

Marni sendiri sudah menghitung uang-uang recehan tersebut di rumahnya yang terletak di Dusun Allu, Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba.

"Uang koinnya Rp 52 juta, uang kertasnya dengan uang baru Rp sekitar Rp 50 juta," jelas dia.

Marni dan suaminya memiliki mata pencaharian sebagai pedagang, menawarkan berbagai macam barang mulai dari obat, aksesoris wanita, hingga mainan anak-anak. Nah, uang receh tersebut diperoleh setiap harinya dari hasil berdagang, lalu dikumpulkan Marni secara diam-diam.

"Alhamdulillah kemarin sudah tercapai impian saya," kata Marni.

"Sebenarnya dua impian saya, beli mobil dan naik Tanah Suci. Makanya kutabung uang, ada kusisihkan mobil, dan kusisihkan insya allah kalau tidak ada halangan mudah-mudah cukup tahun depan (naik Haji)," cerita dia.

Marni juga tak menyangka aksinya ini menjadi viral di media sosial. Sebab tidak ada niat dirinya untuk menjadi terkenal, apalagi sampai diunggah ke platform media sosial.

"Di foto (sama) mereka (tim dealer), aku pikir (foto tersebut) tidak ada bilang sampai orang tahu semua, nggak ada pemikiran seperti itu (bikin ramai di media sosial). Aku tak menyangka dang, saya langsung merinding, jadi banyak yang mau bicara sama saya," tanggap Ibu dari tiga anak ini.

Meski total penghitungan uang receh belum selesai. Namun satu unit Toyota Rush, di mana mobil impian Marni itu sudah dikirim ke rumah hari itu juga. Sebab Marni sudah menyetor uang sekitar Rp 210 juta ke pihak dealer, dan sisanya menggunakan uang receh tersebut.

"Seharusnya tidak dikeluarkan dari kantor, karena belum terhitung semua dananya, tapi kebijakan kantor makanya kita saling percaya, ibu juga kalau lebih uangnya, pihak kantor kasih kembali, kalau misalnya tidak cukup, maka ibu yang akan cukupkan," ujar Suandi.

(riar/rgr)