Begini Tips Manuver Berkendara saat Menghadapi Kecelakaan Beruntun

Rizki Pratama - detikOto
Selasa, 05 Jan 2021 19:42 WIB
Chacha Sherly meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Semarang.
Teknik berkendara menghindari kecelakaan beruntun seperti yang dialami Chacha Sherly (dok. Instagram @chacha.sherly)
Jakarta -

Eks Trio Macan, Chacha Sherly meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan beruntun di Tol Semarang. Mobil yang dikendarai Chaca mencoba menghindari tabrakan beruntun, namun malah mengalami oversteer sehingga terlempar ke jalur lainnya.

Langkah pertama yang dilakukan pengemudi mobil Chacha untuk menghindari tabrakan yang terjadi di depannya sudah benar. Tapi keterampilan mengemudi dan kondisi panik membuatnya mengalami kecelakaan tersebut. Ada teknik panic braking yang biasanya perlu pelatihan khusus dan diajarkan oleh ahlinya. Demikian diungkapkan oleh Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian.

"Situasi darurat seperti kejadian di atas memang memerlukan keterampilan khusus. Perlu proses belajar sebenarnya. Oleh karenanya sering dalam program pelatihan para provider mengajarkan namanya panic braking. Ini harus dipelajari dan dilatih memang," kata Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian kepada detikoto, Selasa (5/1/2021).

Reza coba memberikan penjelasan secara teori bagaimana cara menghadapi situasi serupa. Pertama harus mengurangi kecepatan dengan lepas pedal gas lalu mengarahkan stir ke arah aman tanpa harus 'dibanting'.

"Jadi ketika kondisi darurat seperti ini yang sebaiknya dilakukan adalah kurangi kecepatan dengan lepaskan pedal akselerasi, mengarahkan kendaraan dengan memutar kemudi sesuai arah dengan risiko terkecil. Tidak perlu sampai membanting lebih dari 45 derajat," jelas Reza.

Saat melakukan manuver dengan roda kemudi ada teknik dan posisi tangan yang harus dilakukan pula. "Ketika mau mengarahkan ke kiri maka tangan kanan dorong menuju angka 12 atau tangan kiri tarik dari posisi angka 9 ke arah bawah menuju posisi angka 6, itu maksimal manuver," lanjutnya.

Setelah mobil mengarah ke area aman barulah injak rem sedalam-dalamnya. Akan lebih efisien jika mobil itu menggunakan ABS.

"Setelah posisi kendaraan sesuai yang diinginkan / dituju baru hard braking dan ketika mobil dengan teknologi ABS hal ini bisa dilakukan dengan menekan pedal sedalam-dalamnya tanpa melepasnya, akan ada bunyi kasar maka inilah proses ABS bekerja," terangnya.

Perlu diingat hal ini tentu akan berlangsung sangat cepat dalam situasi darurat. Setiap hitungan detik sangat menentukan nasib anda selanjutnya. Ketenangan dan pemahaman tentang fungsi mobil juga berperan penting dalam keberhasilan ini.

Apabila anda merasa tidak punya kemampuan mengemudi yang handal baiknya berkendara secara aman atau yang disebut dengan defensive driving. Beberapa hal dasar soal defensive driving yang akan menjauhkan anda dari kecelakaan adalah jaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan.



Simak Video "Tabrakan Beruntun Libatkan 5 Truk dan 1 Motor di Pantura Subang"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)