Selasa, 02 Jun 2020 08:10 WIB

Akibat Corona, Pembangunan Kereta Cepat Singapura-Malaysia Mandek

M Luthfi Andika - detikOto
Kereta Cepat Malaysia-Singapura Jalur Kereta cepat Malaysia-Singapura Foto: Pool (Paultan)
Jakarta -

Malaysia dan Singapura sepakat untuk memperpanjang penangguhan proyek KL-Singapore High Speed Rail (HSR) atau kereta cepat selama tujuh bulan hingga 31 Desember 2020.

Dikutip Paultan, pernyataan ini disampaikan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Internasional Malaysia, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali, kedua pemerintah sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang proyek infrastruktur HSR dengan agenda penundaan pembangunan HSR.

"Saya telah diminta oleh Kabinet untuk memimpin tim Malaysia dalam diskusi dengan pemerintah Singapura mengenai proyek ini. Diskusi akan mencakup beberapa perubahan yang diusulkan dalam aspek komersial dan teknis proyek. Kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjang penangguhan proyek Kereta Api Berkecepatan Tinggi Kuala Lumpur-Singapura hingga 31 Desember 2020, "kata Azmin.

Sebelumnya, kedua pemerintah sepakat untuk menunda pengembangan Proyek HSR hingga 31 Mei 2020 untuk memungkinkan identifikasi opsi pengurangan biaya, termasuk meninjau dan mengoptimalkan penyelarasan, lokasi stasiun dan model bisnis.

Penangguhan sebelumnya dikatakan sudah membuat rugi Malaysia karena harus membayarkan kerugian kepada Malaysia hingga 15 juta dolar Singapura pada Januari 2019. Jika proyek ini batal, Malaysia juga harus membayarkan ganti rugi ke Singapura 500 juta Ringgit Malaysia.

Selanjutnya dikatakan Menteri transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengatakan, dalam semangat kerja sama bilateral, Singapura telah menyetujui perpanjangan akhir dari periode penangguhan hingga 31 Desember 2020.

"Ini harus menyediakan waktu yang cukup bagi Malaysia untuk mengklarifikasi proposal dan bagi kedua belah pihak untuk menilai implikasi dari perubahan yang diusulkan," katanya.

"Pandemi Covid-19 memang merepotkan diskusi tetapi telekonferensi sebagian besar dapat mengatasi kesulitan. Kuncinya adalah komitmen bersama untuk visi proyek dan rasa saling percaya. Namun demikian, HSR adalah proyek yang kompleks, dan kedua belah pihak harus diyakinkan bahwa perubahan tidak merusak maksud asli proyek. Saya tetap optimis bahwa HSR yang menghubungkan kedua ibukota kami akan menguntungkan kedua rakyat kami, "tambahnya.



Simak Video "Awas! Ada 53 Kabupaten/Kota Punya Risiko Kenaikan Kasus Corona Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com