Rabu, 11 Des 2019 07:32 WIB

Terpopuler: Mobil Presiden Siap Dikirim sampai Razia Pajak Kendaraan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Daimler
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mendapatkan mobil dinas baru. Maklum, mobil dinas yang lama sering mogok.

Mobil dinas kepresidenan yang baru tetap mobil Mercedes-Benz. Adapun tipenya adalah Mercedes-Benz S600 Guard yang suda dilengkapi berbagai perangkat untuk menunjang keselamatan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Namun, sampai hari ini Jokowi belum memakai mobil kepresidenan yang baru. Soalnya, mobil Mercedes-Benz S600 Guard yang dipesan belum tiba di Indonesia.



Saat dikonfirmasi pada pihak Mercedes-Benz, mobil itu telah melewati tahap terakhir untuk bisa digunakan sebagai kendaraan dinas kepresidenan. Dalam waktu dekat mobil itu siap dikirim ke Istana.

Berita soal mobil presiden siap dikirim menjadi berita populer otomotif pada Selasa (10/12/2019). Berita populer lainnya ada razia pajak mobil mewah yang sampai menunggak ratusan juta rupiah. Ada juga cerita sekeluarga keliling Indonesia naik truk. Berikut ulasannya.



Mobil Baru Presiden Dikirim Akhir Tahun Ini

Mercedes-Benz S-Class, S 600 Guard Mercedes-Benz S-Class, S 600 Guard Foto: Daimler


Mercedes-Benz S 600 Guard untuk Presiden dikatakan sudah dapat dikirim pada akhir tahun ini.

"Mobil presiden sudah masuk tahap akhir, sudah pengiriman jika tidak ada halangan apa pun semoga akhir tahun ini sudah," kata Deputy Director Sales Operations & Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto di Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/12/2019).

Meski begitu, pria yang disapa Kari ini tidak dapat memberikan keterangan pasti tanggal serah terima mobil itu. Hal itu masih dalam diskusi dengan pihak Setneg.

"Tapi kami masih mencoba mencocokkan dengan pihak Setneg mengenai final delivery, tapi harusnya sudah tidak lama lagi sehingga presiden bisa mengendarai kendaraan baru," tambah Kari.

Mobil-mobil keluaran Mercedes-Benz terutama S600 memang identik sebagai tunggangan presiden. Tercatat beberapa kepala negara di dunia mengandalkan Mercedes-Benz S600 sebagai mobil dinasnya. Sebagai mobil dengan perlindungan tingkat tinggi, hanya orang-orang tertentu yang bisa memesan kendaraan semacam ini.



Pemerintah Terus Kejar Penunggak Pajak Kendaraan

Terpopuler: Mobil Presiden Siap Dikirim sampai Razia Pajak KendaraanFoto: Rizki Pratama


Populasi kendaraan yang masif di DKI Jakarta tidak seiring dengan kepatuhan pemilik kendaraan membayar pajak. Pemprov DKI pun tak hanya berdiam diri. Pemungutan pajak dilakukan dengan cara jemput bola.

"Kami akan telusuri hari per hari, selain razia apartemen juga langsung door to door," tegas Kepala Unit PKB dan BBN-KB Jakarta Pusat, Manarsar Simbolon di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Aksi ini dikatakan Nasar sebagai pembuktian bahwa masih banyak kendaraan mewah yang lalai akan kewajiban pajaknya. Tentunya kegiatan razia seperti ini juga dapat memaksimalkan pendapatan daerah melalui pajak kendaraan.

"Kami ingin membuktikan bahwa ternyata masih banyak mobil mewah di Jakarta yang belum melakukan kewajibannya membayar pajak. Ini adalah salah satu target kami untuk optimalisasi pajak daerah khususnya kendaraan bermotor dan seperti harapan Gubernur bagaimana pajak ini menopang APBD sehingga target pajak daerah bisa tercapai 100 persen," ujarnya.

Ia pun menyayangkan rendahnya kesadaran diri para pemilik kendaraan mewah. Menurutnya mereka yang memiliki mobil mewah juga memiliki kemampuan untuk membayar pajak.

"Sebenarnya enggan membayar aja uangnya pasti banyak lah, mobil mewah uangnya banyak lah," tutupnya.



Razia Pajak Kendaraan, Range Rover Terciduk

Terpopuler: Mobil Presiden Siap Dikirim sampai Razia Pajak KendaraanFoto: Dok. BPRD


Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta kembali melakukan razia door to door (pintu ke pintu) kepada para penunggak pajak mobil mewah. Kali ini wilayah razia menyasar Jakarta Timur.

"Setelah kemarin razia kita mulai dari area Jakarta Selatan, lalu Barat, Utara, dan Pusat, sekarang giliran Jakarta Timur," kata Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019).

Ada temuan dua unit mobil yang dilakukan dalam razia gabungan BPRD DKI Jakarta, bersama Walikota Jakarta Timur, dan tim KPK RI ini. Dua unit mobil tersebut bermerek Range Rover yang terparkir di rumah mewah. Pemilik mobil tersebut menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah.

"Kami menemukan Range Rover, dengan tunggakan pajak Rp 127 juta. Kedua model Range Rover juga dengan tunggakan pajak kurang lebih Rp 27 juta. Jadi ada dua mobil yang hari ini kami pasangi stiker sebagai tanda bahwa yang bersangkutan belum bayar pajaknya," lanjut Faisal.




Mobil Mewah Chrysler Belum Bayar Pajak Selama 3 Tahun

Chrylser tidak bayar pajak. Chrylser tidak bayar pajak. Foto: Luthfi Anshori/detikOto


Razia bersama yang dilakukan Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Korsupgah KPK RI, dan Samsat Jakarta Timur juga menyambangi daerah Cipayung. Hasil temuan dari tim razia bersama, terdapat satu unit mobil mewah merek Chrysler yang belum membayar pajak selama 3 tahun.

"Jadi dari data Samsat Jakarta Timur, kita menemukan satu unit Chrysler tahun 2016 belum daftar ulang. Jadi belum bayar pajak selama 3 tahun sampai 2019. Dari data tersebut kami mendatangi lokasi dan ditemukan mobil tersebut. Dan setelah dicek, benar," kata Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, di Griya Suralaya, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019).

Menurut Faizal, mobil bermerek Chrysler 300c tersebut belum membayar BBN (Bea Balik Nama) dan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) selama tiga tahun. Total uang yang harus dibayar ke pemerintah daerah pun tidak main-main, hampir Rp 200 juta.

"Yang belum dibayar Rp 190 juta untuk tiga tahun. Itu meliputi BBN pertama Rp 100 juta dan pajaknya Rp 30 juta selama 3 tahun," terang Faisal.

Akibat pelanggaran tersebut, mobil buatan Amerika Serikat itu pun langsung diganjar stiker peringatan yang ditempel di kaca depan dan kaca belakang.

"Dan hari ini kewajiban itu akan segera diselesaikan oleh pemiliknya," terang Faisal.



Pendidikan Anak saat Sekeluarga Keliling Indonesia Naik Truk

Keluarga Kusmajadi yang Keliling Indonesia Naik Truk, anak belajar di truk. Keluarga Kusmajadi yang Keliling Indonesia Naik Truk, anak belajar di truk. Foto: Instagram @keluarga.kusmajadi


Nekat untuk keliling Indonesia menggunakan truk yang dilakoni oleh Keluarga Kusmajadi yakni Abah Dodi Kusmajadi (47), Ambu Melati Muslaela Puteri (43), Abang Abdul Hakim Putra Kusmajadi (16) dan Dek Nara Sabiya Putri Kusmajadi (14), bukan berarti mereka melupakan pendidikan bagi Abang Abdul Hakim Putra Kusmajadi (16) dan Dek Nara Sabiya Putri Kusmajadi (14).

Karena pendidikan Abang Abdul Hakim Putra Kusmajadi (16) dan Dek Nara Sabiya Putri Kusmajadi (14), merupakan hal penting yang tidak bisa dilupakan. Sebut saja seperti memberikan pelajaran langsung di lokasi yang mereka kunjungi, mereka juga mendapatkan pelajaran homeschooling.

"Kami pilih untuk homeschooling, jadi saat kita putuskan untuk jalan tadinya ada penolakan. Ngapain sih kita melakukan perjalanan ini, kata anak-anak seperti itu?" ujar Ambu Melati.

Ambu Melati menceritakan, untuk bisa melakukan perjalanan ini bukan berarti anak-anak senang begitu saja. Karena berbagai penolakan kerap dikeluarkan hingga akhirnya Abang Abdul Hakim Putra Kusmajadi (16) dan Dek Nara Sabiya Putri Kusmajadi (14), setuju untuk melakukan perjalanan ini.

"Ya awalnya mereka tidak ingin melakukan perjalanan ini, karena mereka harus keluar dari Malaysia, tempat mereka besar dan keluar dari zona nyamannya karena tumbuh dari kecil di sana. Akhirnya mereka setuju untuk melakukan perjalanan ini," ujar Ambu Melati.

Saat kedua anaknya setuju, Ambu Melati pun memutuskan untuk tetap terus memberikan pendidikan kepada kedua anaknya.

"Balik lagi ke soal pelajaran untuk anak-anak, mereka akhirnya Homeschooling. Mereka mendapat pelajaran akademisnya dan ada pelajaran sejarah, matematika, sains dan sisanya mereka belajar berjalan atau langsung ke lokasi yang kami singgahi," ujar Ambu Melati.

"Misalnya saat kami ke Buton, mereka akan belajar tentang Kerajaan Buton. Saat ke Way Kambas mereka akan belajar tentang gajah, jadi mereka akan belajar langsung. Setelah itu mereka akan menulis tentang pandangan mereka terhadap satu daerah tersebut, mereka akan buat scrapbook. Jadi menulis, buat gambarnya sekalian menceritakan kembali apa yang mereka tangkap, apa yang mereka perhatikan. Ternyata pandangan mereka terkadang bukan menjadi pandangan kami sebagai orang tua. Sangat berbeda," tambah Ambu Melati.

Lebih dari itu, lanjut Ambu Melati, para anak Keluarga Kusmajadi juga mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk bisa hidup sederhana dan bagaimana di saat sulit.

"Dan mereka bisa belajar dari kesulitan, ya akhirnya kita belajar lagi tentang masing-masing dari kami. Bagaimana saat tidak ada toilet, karena toilet kita di bus itu kita pakai untuk pipis saja, untuk BAB mereka harus ke rumah penduduk. Mereka bisa belajar bagaimana cara berinteraksi, belajar mandiri," cerita Ambu Melati.

Simak Video "Ahmad Dhani Bebas, Mantan Istri Sule Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com