ADVERTISEMENT
Rabu, 12 Jun 2019 18:11 WIB

Tol Adalah Jalan Eksklusif, Harusnya Jangan Didiskon 15 Persen

Luthfi Anshori - detikOto
tol Foto: Enggran Eko Budianto tol Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Pemerintah melalui Jasa Marga memberi diskon tarif tol sebesar 15% pada periode arus mudik (27-29/5/2019) dan periode arus balik (10-12/6/2019). Namun alih-alih membantu masyarakat pengguna jalan dalam menekan pengeluaran biaya perjalanan, kebijakan ini dianggap akan membuat tol banjir kendaraan.

"Yang saya sayangkan dari Jasa Marga kok malah memberikan diskon 15 persen (untuk tarif tol). Itu kan hal yang lucu," ujar Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi detikcom, Rabu (12/6/2019).



Menurut pria yang akrab disapa Sani, salah satu tujuan dibuatnya jalan tol adalah untuk memecah arus lalu lintas. Jadi jika di pulau Jawa, masyarakat bisa memilih menggunakan jalur non tol seperti Pantura, atau memilih jjalan tol Trans Jawa yang bisa menyingkat waktu tempuh.

"Harusnya (tarif tol) itu justru dinaikkan supaya orang itu berpikir. Orang yang mau membayar supaya lebih cepat waktu tempuhnya, pilihannya lewat tol," lanjut Sani.



Sani pun mengatakan, jika kebijakan diskon 15% tarif tol ini bukan kebutuhan masyarakat. Tapi adalah keinginan masyarakat. Dan bukannya justru merangsang pengguna kendaraan untuk masuk tol melalui diskon, pemerintah seharusnya juga tetap membatasi arus kendaraan di jalan tol agar jalan ini tidak terbebani.

"(Kalau mau jalan tol benar-benar bebas hambatan) jalan tol itu malah harus ditutup pintu tolnya, begitu LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) meninggi. Jadi ketika LHR meninggi, nggak boleh ada yang masuk tol, kendaraan harus masuk ke jalan biasa. Harusnya kayak gitu," pungkas Sani.


Menteri PUPR: Jokowi Sering Dicurhati Sopir Truk soal Tarif Tol:

[Gambas:Video 20detik]

(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com