Senin, 25 Mar 2019 12:07 WIB

Bus Listrik Asal China Ternyata Sudah Ada Part Lokalnya

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - BYD menjadi salah satu merek bus listrik yang dipilih PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk diuji coba selama 6 bulan. Bus listrik asal China ini pun ternyata sudah dirakit secara lokal alias CKD (Completely Knocked Down).

"Akan dirakit di Indonesia. Tapi sasis, motor listrik, dan baterai diimpor dari China," ujar Presiden Direktur PT Bakrie Autoparts, Dino A. Ryandi, di Jakarta pekan lalu.

Meski sebagian besar part-nya masih tetap asli buatan BYD China, Dino mengaku bus listrik yang ditawarkan ke PT Transjakarta sudah ada yang memakai komponen lokal. "Komponen lokal dari sini adalah bodi busnya. Bodi dibuat oleh karoseri Nusantara Gemilang. Karena kita butuh bodi bus yang terbuat dari aluminium, supaya bobot bus ringan," lanjut Dino.

Soal infrastruktur stasiun pengecasan, BYD juga menjadi pihak yang menyuplai fasilitas ini.

"Mereka akan sediakan infrastrukturnya juga. Charger-nya 0-100 % itu bisa 4 jam, paling maksimal, yang ini bisa jalan 290 km berdasarkan trial kita di Bali, kalau yang kecil itu bisa 400 km sekali charge," pungkasnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mulai menguji bus listrik di rute Transjakarta. Selain BYD, bus listrik lain yang akan dicoba adalah MAB dan BYD. MAB (Mobil Anak Bangsa) sendiri merupakan bus buatan lokal.

Nantinya, bus-bus tersebut tidak akan langsung dibeli oleh Transjakarta. Transjakarta akan pakai sistem sewa per kilometer dari operator-operator bus yang memiliki bus-bus listrik tersebut. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com