Sabtu, 12 Jan 2019 11:25 WIB

Nasib Bukti Tilang yang Tidak Diambil Bertahun-tahun

Ridwan Arifin - detikOto
Bukti tilang Foto: Dadang Hermansyah Bukti tilang Foto: Dadang Hermansyah
Jakarta - Penumpukan bukti tilang yang terjadi di Kejaksaan Negeri menjadi contoh masih banyaknya pelanggar yang belum membayar denda. Dampaknya pemasukan negara di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak akan tertahan.

Bahkan ada bukti tilang kendaraan berupa SIM dan STNK yang tidak diambil oleh pelanggar, seperti yang terjadi Ciamis dan Bekasi. Hal ini dikonfirmasi oleh staf pidana umum Koordinator Tilang Kejari Jakarta Selatan, Basuki.



"Sebenarnya situasi itu dimana-mana sama saja termasuk Jakarta Selatan, ada yang sampai tahunan tidak diambil juga," ujar Basuki kepada detikOto.

Lalu bagaimana nasib bukti tilang yang dibiarkan menahun namun tidak kunjung diambil pelanggar?

"Kalau sudah 2 tahun lebih kan kewajiban kita ke negara dihapuskan pembayarannya," ungkap Basuki.



"Nanti akan musnah dengan sendirinya (bukti tilang) kan, kalau nggak diambil-ambil buat apa," ungkap Basuki.

Saat ditilang, petugas kepolisian biasanya akan menyita surat-surat, bisa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan, jika tak kedapatan membawa bukti kepemilikan bukan tak mungkin sepeda motor akan diangkut sebagai barang bukti.



Kebanyakan para pengendara enggan dengan rumitnya presedur pengambilan berkas yang ditilang di persidangan. Padahal prosedurnya kini sudah dipangkas, pelanggar tidak perlu lagi mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri.

Dan untuk mengetahui denda tilang, pelanggar bisa mengetahui melalui website pengadilan negeri. Sementara pembayaran denda tilang dan pengambilan barang bukti, pelanggar cukup datang ke kantor Kejaksaan Negeri. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed