Jumat, 01 Jun 2018 07:58 WIB

Ini Efeknya Pelumas Euro 2 Dipakai untuk Mesin Euro 4

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Pelumas Pertamina. Foto: Rachman Haryanto Pelumas Pertamina. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Agustus nanti diharapkan para produsen mobil di Indonesia sudah memasarkan produknya dengan spesifikasi mesin standar emisi Euro 4. Tapi nanti dulu Otolovers, jangan lupa dengan pemilihan pelumasnya. Karena ada risiko kerusakan mesin jika pakai pelumas Euro 2 untuk mobil Euro 4.

Meski sama-sama pelumas, secara teknis pasti ada unsur di dalamnya yang berubah. Dan hal itulah yang menimbulkan risiko kerusakan jika menggunakan pelumas Euro 2 untuk mobil dengan spesifikasi Euro 4.



"Banyak yang berbeda dari Euro 2 ke Euro 4. Mungkin nggak terlalu ada masalah. Ibarat pakai sabun biasa (Euro 2) terus ganti pakai sabun luluran (Euro 4) nggak apa-apa, tapi boros. Tapi biasa pakai sabun lulur terus beralih ke sabun biasa akan kurang cocok," ujar VP Sales & Marketing Domestic Retail Automotive PT Pertamina Lubricants, Arie Anggoro, kepada wartawan, di Jakarta.

Secara teknis mesin yang memang seharusnya menggunakan pelumas Euro 4 akan rusak meski SAE-nya cocok. Hal tersebut dikatakan Brand SEO Manager Sales & Marketing Domestic Retail Automotive PT Pertamina Lubricants, Totok Subagyo, karena perkembangan teknologi yang tidak bisa dihindarkan.



"Mesin kecil compact 1.500 cc tapi turbo itu SAE 0W-20, 5W-30, itu kalau tidak pakai SN plus, dia bisa rusak engine. Jadi teknologi engine berkembang terus kita juga terus kembangkan (pelumasnya) dengan porsi yang lebih besar, tenaga lebih besar, kinerja pelumas lebih berat," tuturnya.

"Jadi memang apa dampaknya itu, Euro 2 belum sampai teknologinya ke situ Euro 4 sudah ke sana, baik Eropa dan Jepang," tambah Totok. (khi/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed