Soalnya, untuk teknologi pengisian daya baterai saat ini belum memungkinkan untuk mengisi daya satu bus atau truk secara penuh (kondisi dari nol). Sekalipun bisa, jam operasionalnya tidaklah efisien.
"Pertimbangan kita ada di baterai. Bayangkan saja, kalau truk atau bus itu baterainya harus sebesar apa? Untuk motor sih masih kebayang ya, bila berbicara mobil itu sudah mulai sulit nih. Apalagi truk atau bus? Itu charging nya berapa lama coba? Truk atau bus kan harus long haul dan bekerja terus, tidak boleh diam," papar Wakil Presiden PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ernando Demily di JCC, Senayan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski seperti itu, pihak Isuzu sedang melakukan studi dengannya (baterai yang bisa dicharge dengan waktu yang singkat). Karena era kendaraan listrik pasti akan terjadi.
"Isuzu sudah study ke arah sana, kita akan mengeluarkan juga (bus atau truk listrik). Tapi yang jadi permasalahan itu kan ada di baterainya. Sekarang baterai itu masih berat, ngecasnya juga masih lama. Itu yang sedang kita pelajari," kata Director of Product Planning Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Edy Jusuf Oekasah dalam kesempatan yang sama.
Tetapi, dirinya mengaku pernah menerima penelitian terkait baterai yang bisa diisi dayanya dengan singkat dan mampu menempuh jarak jauh. "Secara research, saya pernah tahu ada yang hanya butuh 15 menit untuk ngecharge dan mampu melakukan perjalanan sekitar 300 km. Tapi ini untuk mobil passenger ya, bukan komersial. Namun baterai itu belum bisa diproduksi secara massal," tambah Edy. (ruk/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus