Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 09 Januari 2018, 15:39 WIB

SIM yang Discan Tak Bisa Dijadikan Alat Bukti Pelanggaran

Dina Rayanti - detikOto
SIM yang Discan Tak Bisa Dijadikan Alat Bukti Pelanggaran SIM yang Discan Tak Bisa Dijadikan Alat Bukti Pelanggaran Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Surat Izin Mengemudi (SIM) harus selalu dibawa saat seseorang berkendara di jalanan-jalanan Indonesia. SIM menjadi bukti bahwa seseorang memang bisa berkendara dan sudah melalui serangkaian uji tes sebelum akhirnya bisa mendapatkannya.

Padahal bisa saja ya Otolovers, SIM discan kemudian dimasukkan ke handphone dan terlihat data-data yang sama dengan yang asli. Tapi hal tersebut tak diperbolehkan oleh pihak kepolisian. SIM harus dibawa kemanapun oleh seseorang yang hendak berkendara mobil ataupun motor.

SIM dalam bentuk scan tak bisa dijadikan barang bukti jika seseorang melakukan pelanggaran, itulah sebabnya mengapa kartu SIM harus dibawa.

"Bagaimana mau disita apabila cuman di scan? karena sim bisa menjadi barang bukti pada kasus pelanggaran dan kejahatan lalu lintas,selain itu apabila diperlukan SIM bisa berfungsi sebagai Foresik Kepolisian," tutur Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, kepada detikOto, Selasa (9/1/2018).

"Dalam arti bahwa identitas pengemudi baik yang tertera di SIM maupun di chip dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan dan penyidikan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta tindak pidana lain,nah sekarang bagaimana mau digunakan sebagai forensik kepolisian kalai gak ada fisik SIM nya," sambung Fahri. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed