Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 20 Juli 2017, 07:17 WIB

Serba-serbi Oli Kendaraan

Tren Teknologi Pelumas vs Kebutuhan Pelumas Sintetik untuk Kendaraan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Tren Teknologi Pelumas vs Kebutuhan Pelumas Sintetik untuk Kendaraan Foto: PT Pertamina Lubricants
Jakarta - Banyak produsen pelumas saat ini menawarkan produk pelumas sintetik. Seperti dijelaskan dalam artikel detikOto sebelumnya, pelumas sintetik itu memiliki keunggulan dalam hal ketahanan. Jadi, konsumen bisa menggunakan pelumas sintetik dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding pelumas non sintetik, tentunya dengan tetap memperhatian kelas mutu pelumas yang dibutuhkan.

Menurut Lubricants Product Development Pertamina, Mia Krishna, tren pelumasan saat ini memang membuat pelumas sintetik menjadi lebih popular.

"Tren saat ini dan kedepannya adalah more power, less fuel, less emission dan less waste. Maksudnya, kendaraan makin bertenaga walau dengan ukuran kapasitas mesin yang sama, makin hemat bahan bakar, lebih sedikit emisi dan limbahnya. Untuk mencapai target ini, salah satu cara pabrikan mesin adalah dengan mesinn yang makin tangguh dan canggih. Untuk mendukungnya, pelumasnya juga harus makin tangguh dan canggih serta compatible dengan teknologi mesin dan exhaust after treatment device-nya. Mau tidak mau minyak dasar sintetik menjadi pilihan, selain tentu saja teknologi aditifnya", jelas Mia.

Dari sisi konsumen, juga dibutuhkan "less cost dan less hazzle" alias biaya dan waktu perawatan yang rendah, sehingga long drain interval oil menjadi makin popular.

"Dulu ekspektasi pelanggan hanya 3.000-5.000 kilometer (km) untuk masa pakai pelumas, sekarang harapannya adalah masa pakai hingga 10.000 km. Dengan demikian selain kelas mutunya harus tinggi, pelumasnya juga diharapkan punya ketahanan yang mumpuni," kata Mia kepada detikOto saat ditemui di Lubricants Product Development Laboratory di area Pertamina Plumpang, Jakarta Utara belum lama ini.

Namun, Mia menegaskan lagi bahwa tidak hanya daya tahan yang dibutuhkan dari pelumas. Kinerja pelumas dalam melindungi mesin juga harus diperhitungkan. Setidaknya, pelumas itu harus mengikuti kelas mutu yang diminta oleh pabrikan kendaraan.

(rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed