Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Minggu 02 Juli 2017, 12:27 WIB

Manajemen Hotel Le Grandeur Umpamakan Larangan Bajaj dengan Durian

Elza Astari Rd, Danu Damarjati - detikOto
Manajemen Hotel Le Grandeur Umpamakan Larangan Bajaj dengan Durian Foto: Lobi Hotel Le Grandeur. (Fitang Budhi Adhitia/detikcom).
Jakarta -

Manajemen Hotel Le Grandeur menjelaskan soal pelarangan bajaj masuk sampai ke depan lobi. Direktur Komunikasi Marketing Hotel Le Grandeur, Erwina Lemuel menganalogikan pelarangan tersebut seperti larangan durian di sejumlah lokasi.

"Ini kan sama saja kayak duren, buah khasnya Indonesia. Duren di beberapa tempat tidak boleh masuk, tapi bukan karena tidak ingin melestarikan. Jadi tidak identik dengan kaya-miskin," ungkap Erwina saat berbincang dengan detikcom, Minggu (2/7/2017).

Erwina memastikan, pelarangan bajaj memasuki kompleks hotel sudah merupakan norma yang berlaku di lingkungan hotel mau pun gedung megah. Ini menurutnya tidak terkait karena masalah strata sosial melainkan ada sejumlah pertimbangan lain, terutama untuk menjamin kenyamanan tamu.


"Hotel mana pun, mal mana pun sama. Dulu identik bajaj suara berisik, itu kan mengganggu tamu. Lalu mohon maaf, tidak semua pengendara bajaj taat aturan," ucapnya.

Erwina juga memastikan masalah antara pihaknya dengan tamu hotel, Jericho Firman Prasetyo yang protes atas kebijakan itu, sudah selesai. Sejak peristiwa terjadi pada 27 Juni lalu hingga Jericho mem-posting keluhan dan video pengusiran yang kemudian viral, pihak Le Grandeur terus melakukan komunikasi.

"Dia bilang tidak apa-apa, tidak kapok datang ke hotel," sebut Erwina.

Sementara itu, Jericho saat dikonfirmasi terpisah mempermasalahkan mengapa aturan larangan bajaj masuk ke area hotel tidak dibuat dalam bentuk rambu. Saat peristiwa terjadi, Jericho sedang bersama tiga anaknya.


"Kaya saya baca (di media online) pihak hotel diwawancara bilang aturan di bandara seperti durian, korek, cairan aerosol tidak tertulis. Tapi setelah saya cek teman sekuriti di bandara, semua ada terpampang," ujar Jericho, Minggu (2/7).

"Dalam hal ini pihak hotel ingin cari alibo pembenaran," sambungnya.

Seperti diketahui, postingan Jericho melalui akun Facebook-nya soal pengusiran bajaj yang ditumpanginya oleh pihak Hotel Le Grandeur menjadi viral. Banyak yang menyebut, kebijakan hotel yang berada di kawasan Mangga Dua, Jakarta itu merupakan diskriminasi terhadap bajaj.

Manajemen Hotel Le Grandeur Umpamakan Larangan Bajaj dengan DurianFoto: Jericho dan anak-anaknya di dalam bajaj Jakarta (Facebook Jericho Prasetyo)

"Terakhir tadi sudah masuk 12.000 komentar dan 15.000 share," terang Jericho sebelumnya.

Meski begitu, Jericho akhirnya menghapus postingannya yang menjadi viral itu. Hanya saja tulisan dan video unggahannya itu sudah kadung viral disebar ke mana-mana. Tulisan itu diberi tanda #DISKRIMINASI #BAJAJ. (elz/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed