Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 10 Maret 2017, 12:54 WIB

Seperti Mobil/Motornya, Suzuki Juga Siapkan Garansi untuk OBM

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Seperti Mobil/Motornya, Suzuki Juga Siapkan Garansi untuk OBM Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - PT Suzki Indomobil Sales (SIS) tidak hanya berjualan mobil dan motor saja di Indonesia. Namun juga mesin tempel kapal atau Suzuki Outboard Motor (OBM). Bedanya, untuk garansi OBM, garansi berdasarkan segi pemakaian.

"Kita bedakan dari pemakaiannya, untuk hobi atau leasure dan untuk komersial. Untuk hobi yang kaya buat sekedar pemakaian pribadi, kalau komersil untuk nelayan, bisnis transportasi, pemerintah dan militer," ujar Manager Sales & Marketing Outboard Department SIS, Handayani, kepada wartawan, di North Marine Dealer Suzuki OBM, Pluit, Jakarta.

"Untuk hobi garansinya 300 jam atau 1 tahun. Komersil 600 jam atau 6 bulan," tambahnya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Nani itu menjelaskan, pembagian garansi tersebut karena untuk hobi lebih jarang pemakaiannya dibandingkan komersil.

"Kalau leasure atau hobi itu karena kan mereka pemakaiannya lebih jarang mungkin seminggu sekali, kalau untuk yang komersil kaya transportasi bisa 3 kali seminggu, kayak nelayan kan setiap pagi nyari ikan, jadi otomatis lifetime (mesin) nya juga berbeda," tuturnya.

"Istilahnya kalau di pakai terus menerus istilah kasarnya cepet rusak jadi secara pemakaian kita bedakan," imbuhnya.

Untuk harga Nani mengatakan paling kecli Rp 8,2 juta sedangkan yang paling mahal dengan PK lebih besar mencapai Rp 332,4 juta.

"Kita punya 29 model. Ada 3 kategori. Satu small engine mulai dari 2,5 sampai 30 PK, middle 40 sampai 90 PK, big engine dari 115 PK sampai 300 PK," tutur Nani.

Untuk pasarnya pun berbeda-beda, tergantung dari satuan tenaga tiga jenis mesin tersebut.

"Kalau yang Small pasarnya nelayan, biasanya mereka gunakan yang 15 PK, ada juga transportasi kecil kaya ojek laut. kalau Yang middle biasanya untuk transport kaya diving, snorkling, banana boat Di atas itu untuk bisnis transportasi air, rata-rata 200-300 PK, mostly untuk transport," kata Nani.

Sementara untuk mesinnya, Suzuki fokus pada mesin 4 tak. Hal ini disebabkan karena mesin 4 tak lebih hemat, serta lebih ramah lingkungan. "Dari pemakaian bensin dan oli mesin dengan empat tak, ada penghematan hingga Rp 63 jutaan, dalam kurun waktu 1,5 bulan, dengan asumsi 5 jam perhari," ujar Nani.

Namun jika dilihat dari segi pembelian unit, memang mesin empat tak lebih mahal dibanding.mesin dua tak. "Selisih dua tak dan empat tak kalau awal memang berat, karena selisihnya sampai Rp 61 juta. Tapi tadi, lebih hemat Rp 63 juta," tutur Nani.

"Jadi meski investasi awal mahal, dalam 1,5 bulan sudah bisa balik modal, bulan berikutnya tinggal nunggu untungnya saja," tambahnya. Dari segi ramah lingkungan, lebih lanjut Nani mengatakan, mesin dua tak yang menggunakan campuran bensin dan oli untuk bahan bakarnya ini, mempunyai langkah kerja mesin yang kurang baik sehingga pembuangan bahan bakar tidak sempurna. "Dan akan mencemari air. Tentu mengganggu ekosistem perairan, polusi dan boros," ucapnya.

"Sedangkan untuk mesin empat tak lebih irit, pembuangan lebih bagus, sudah hampir semuanya terbakar, tidak ada sisa bahan bakar yang terbuang, dan menggunakan bensin murni," tambah Nani.

Namun meski demikian dirinya tidak menampik SIS masih menjual mesin tempel kapal dua tak. Alasannya ada pada segi konsumen dan belum adanya peraturan yang melarang mesin dua tak dipasarkan

"Kelas kecil masih pakai 2 tak dan 4 tak. Karena terus terang dari segi bisnis usernya ada 2 tak. Makanya kita sering sosialisasi ke nelayan-nelayan dimana kita bisa. Juga kenapa masih ada, karena dari segi regulasinya juga belum ada," pungkas Nani. (khi/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed