ADVERTISEMENT
Kamis, 13 Feb 2014 16:03 WIB

Recall Aston Martin, Suku Cadang Asal China Kian Dipertanyakan

- detikOto
Reuters/Fadi Al-Assaad Reuters/Fadi Al-Assaad
Beijing - Pabrikan mobil mewah Aston Martin pekan lalu menarik belasan ribu mobil di seluruh dunia karena menggunakan pedal yang plastiknya diambil dari China.

Recall yang tergolong besar untuk pabrikan sekelas Aston Martin ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar mengenai kehandalan produk dari China.

Selama ini, untuk mengurangi biaya operasi, banyak pabrikan mobil yang mengambil suku cadang dari China. Dengan munculnya recall ini, pasti tidak ada pengecekan kualitas kontrol yang ketat terhadap produk yang datang dari China.

Seperti dilansir Reuters, pejabat dari pabrikan mobil besar mengatakan untuk menghindari adanya masalah kualitas mereka menghindari pemasok dari China atau malah membantu mereka membangun fasilitas produksi dan melatih pekerja.

Beberapa pemasok plastik di China juga mengatakan bahwa bahan plastik yang digunakan dalam pedal Aston Martin bisa tersebar luas karena produsen ingin mengurangi biaya.

Sebenarnya Aston Martin tidak ingin menggunakan terlalu banyak suku cadang dari China. "Ini (recall) yang menyebabkan kami tidak ingin melakukan pengadaan barang terlalu banyak di China," ujar sumber di Aston Martin.

Pedal tersebut akhirnya kembali menggunakan suku cadang yang dipasok dari Inggris.

Bagaimana dengan pabrikan lain?

Toyota yang memiliki produksi dalam skala besar di China, membeli beberapa komponen penting kendaraan di China, dan dari seluruh dunia lainnya. Dalam beberapa kasus, Toyota membawa sendiri material yang dibutuhkan dari Jepang.

"Ada risiko saat memperluas jangkauan pengadaan kami di China. Ketika kami membeli dari pemasok China, kami menggunakan komponen dalam jumlah kecil dan komponen yang sederhana. Setelah itu kami mulai memberikan pelatihan," ujar seorang pejabat Toyota.

Selain Toyota, Nissan juga termasuk pabrikan yang sering membeli suku cadang dari China. Untuk mencegah insiden Aston Martin terjadi di Nissan, Nissan secara rutin mengirim insinyur mereka ke pabrik pemasok untuk menjaga kualitas suku cadang.

Namun baik Toyota maupun Nissan tidak mau berkomentar mengenai recall Aston Martin dan dampaknya ke produsen mobil yang lain.

Sebelumnya Aston Martin terpaksa harus menarik (recall) sebagian besar mobil yang mereka produksi sejak 2007. Total 75 persen mobil yang mereka produksi sejak 2007 harus direcall karena masalah ini. Mobil yang ditarik ada 17.590 unit.

Untuk mobil dengan setir kiri, mobil yang ditarik adalah mobil yang diproduksi sejak November 2007, sementara untuk setir kanan adalah mobil yang diproduksi sejak Mei 2012.

Mobil-mobil itu tersebar 7.271 unit di Eropa, 5.002 di Amerika Serikat dan sisanya diberbagai belahan dunia lain karena Aston Martin menjual mobil di 41 negara.

Masalah didapati oleh Aston Martin dan dilaporkan ke Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menyebutkan kalau sub-pemasok Shenzhen Kexiang Mould Tool Co. Ltd. yang membuat pedal akselerator menggunakan plastik yang di bawah standar yang disediakan oleh Synthetic Plastic Raw Material Co. Ltd. asal Dongguan, China.

Perusahaan kimia DuPont Co sampai harus terbang ke China untuk melihat proses produksi karena memang plastik DuPont yang harus digunakan. Laporan menyebutkan kalau ditemukan plastik palsu di tempat penampungan DuPont.

Akibat hal itu, mobil-mobil model tahun 2008-2014 harus ditarik karena pedal akselerator bisa pecah dan meningkatkan resiko kecelakaan.

Recall besar-besaran ini sangat menarik perhatian, selain karena jumlahnya, kenyataan kalau Aston Martin tengah membutuhkan dana untuk mengembangkan berbagai kendaraan baru untuk melawan rival senegaranya, Bentley dan Rolls-Royce.



(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com