Minggu, 01 Sep 2013 10:50 WIB

Pertama di Indonesia Yogyakarta Jadi Kota Budaya Lalu Lintas

- detikOto
Dok. Honda Motor Dok. Honda Motor
Yogyakarta - Untuk pertama kalinya di Indonesia, Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Berbudaya Lalu Lintas. Ini akan menambah julukan bagi Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota budaya.

Deklarasi Yogyakarta sebagai Kota Berbudaya Lalu Lintas digelar di Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Minggu (1/9/2013).

Hadir dalam deklarasi adalah Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Wagub DI Yogyakarta Paku Alam IX. Dalam deklarasi tersebut, Pemprov DI Yogyakarta memberikan penghargaan kepada PT Astra Honda Motor sebagai Pelopor Pendidikan Etika Lalu Lintas Terintegrasi dalam kurikulum. Sementara itu, Yayasan AHM juga mendapat anugerah dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pelopor Implementasi Sekolah Model Budaya Etika Lalu Lintas. MURI juga merilis penghargaan untuk Pemprov DI Yogyakarta sebagai Pelopor Daerah Budaya Etika Lalu Lintas.

Paku Alam IX yang membacakan sambutan tertulis dari Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menuturkan santun dalamm berlalu lintas adalah potret kepribadian diri sekaligus mencerminkan budaya.

"Kalau buruk berlalu lintas maka buruk kepribadian, secara kolektif keburukan ini akan menggambarkan buruknya budaya bangsa," ujarnya.

Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, mengajak semua pihak untuk membangun Yogyakarta sebagai contoh etika berlalu lintas.

"Turis akan datang kalau di jalan kita tertib. Kalau ada orang berdiri di zebra cross semua kendaraan berhenti. Contoh di film-film Jepang kan bagus, kalau ada orang di zebra cross akan berhenti," ujarnya

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menuturkan di Yogyakarta setiap harinya ada setiap 1-2 orang meninggal.

"Mohon jangan dilihat sebagai statistik belaka karena salah satu korban biss anggota keluarga yang dicintai," ujarnya

Deklarasi Yogyakarta sebagai kota budaya berlalu lintas ini juga didukung oleh produsen otomotif.

“Sebagai produsen sepeda motor, kami memiliki tanggung jawab sosial yang besar terhadap keselamatan berkendara. Program ini merupakan salah satu wujudnya. Kami ingin mengedukasi sejak usia dini anak muda melalui implementasi kurikulum etika berlalu lintas ini," ujar Direktur PT Astra Honda Motor Markus Budiman Widihandojo.




(ddn/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed