Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 22 Juli 2017, 00:00 WIB

Berburu Harta Karun Peninggalan Perang Dunia II di Morotai

Advertorial - detikOto
Berburu Harta Karun Peninggalan Perang Dunia II di Morotai
Jakarta -

Saat sedang berkunjung ke Indonesia Timur, jangan lupa untuk mampir ke Morotai. Sebab, Morotai menjadi destinasi wisata yang menyimpan banyak nilai sejarah.

Tim Daihatsu Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas (7WWM) pun tidak mau ketinggalan untuk menyambangi pulau yang terletak di Maluku utara ini. Sekadar informasi, di masa lampau, Morotai punya daya tarik tersendiri bagi negara lain.

Lokasi yang strategis, menjadi alasan utama Morotai banyak di incar oleh sejumlah negara, khususnya negara berbasis militer. Ada tiga negara yang pernah menjadikan Morotai sebagai markas militernya.

"Lokasinya yang strategis menjadkan Kepulauan Morotai sebagai pilihan tepat untuk membuat benteng pertahanan. Berbagai strategi dan taktik menguasai pulau ini menjadi penting," tukas pemerhati sejarah dari Ternate Azis Momanda.

Bangsa Jepang pun memanfaatkan morotai sebagai pangkalan militer wilayah kekuasaan Asia Pasifik. Tidak hanya Jepang, Amerika Serikat juga pernah menjadikan Morotai sebagai markas komandonya.

Saat Perang Dunia II, Jenderal Douglas Mac Arthur memilih Morotai sebagai basis sekaligus lokasi strategis dalam memenangkan pertempuran di Kawasan Asia Pasifik. Seolah tidak ingin ketinggalan, Indonesia juga menjadikan Morotai sebagai pangkalan militer strategis ketika memperjuangkan pembebasan Irian Jaya.

Melihat kondisi itu, tidak heran bila banyak ditemukan artefak perang di Kepulauan Morotai, baik di darat maupun di laut. Artefak kecil hingga besar yang ditemukan merupakan saksi bisu dahsyatnya Perang Dunia II.

Tim 7WWM pun tertarik untuk berpetualang mencari 'harta karun' (treasure hunt experience) di kawasan Hutan Amerika di Desa Daruba, Morotai.

Berburu Harta Karun Peninggalan Perang Dunia II di Morotai

Uniknya, di sana ada komunitas masyarakat lokal pencari harta karun peninggalan Perang Dunia II. Komunitas itu masih menggunakan alat tradisional berupa tongkat metal sepanjang 1 meter dan linggis untuk menggali barang yang terpendam di dalam tanah.

"Peninggalan Perang Dunia II masih banyak tersebar di kawasan ini. Mulai dari botol, dogtag, koin, hingga perlengkapan tempur masih ditemukan. Hanya saja yang berkaitan dengan amunisi lawas tidak boleh sembarang dalam melakukan penggalian," tukas pemilik museum mini partikelir Perang Dunia II Muchlis Eso.

Berburu Harta Karun Peninggalan Perang Dunia II di Morotai

Jadi, semua hasil pencarian harta karun peninggalan Perang Dunia II dikumpulkan di museum mini milik Muchlis Eso. Mulai dari pernak-pernik alat dan perlengkapan perang, bisa ditemukan di sana. Pernak-pernik itu antara lain peluru, botol-botol, keramik, helm baja, hingga sepeda masa kependudukan Jepang. Nantinya koleksi itu bisa diakses publik dan dipungut secara sukarela.

Museum itu tidak lepas dari pengawasan pemerintah daerah dan pusat. Bahkan akan diperbarui dengan museum pusat Perang Dunia II dan Trikora. Rencananya setelah selesai dibangun, museum itu akan dikelola oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Bila ingin mengingat atau belajar sejarah, Morotai jadi destinasi pilihan yang tepat. Jangan lupa, selalu ingat sejarah agar bijak memandang masa depan.

(adv/adv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed