Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 18 Juli 2017, 00:00 WIB

Perjuangan Berat Melihat Burung Bidadari Langka Khas Malut

adv - detikOto
Perjuangan Berat Melihat Burung Bidadari Langka Khas Malut Burung bidadari (foto: dok Daihatsu)
Jakarta -

Peserta Daihatsu 7 Wonders Wonderful Moluccas (7WWM) semakin dalam mengenal keindahan Maluku Utara (Malut). Kali ini mereka singgah di Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Kali Batu Putih, Kabupaten Halmahera Barat, Malut.

Kunjungan ke tempat ini bukan tanpa alasan, tim 7WWM mencari Burung Bidadari (Wallace's Standardwing) yang menjadi ikon Malut.

Di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini, burung cantik itu dapat berkembang baik. Untuk menuju ke sana, tim 7WWM harus menempuh jalan semi offroad yang berkerikil. Jalan menantang tersebut tak menjadi halangan karena mobil yang membawa mereka, New Terios tetap memberikan kenyamanan berkendara.

Guncangan akibat jalan rusak seperti itu dapat diredam berkat adanya suspensi andalan Terios. Selain itu, perpaduan MacPherson dan stabilizer di depan, serta 5 5-link rigid axle di belakang menjaga kestabilan mobil. Fungsi ini pun juga mendukung manuver berkendara.

Hujan seharian, membuat jalur menuju kawasan Balai Taman Nasional Aketejawe Lolobata menjadi kubangan lumpur. Kendati demikian, tim sukses melintasi 8,5 kilometer dari pintu gerbang di jalur Sofifi–Weda.

Tim 7WWM pun terpaksa bermalam di area Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Di sana tim juga menggali informasi sebanyak untuk mengeksplorasi taman nasional, terutama Burung Bidadari.

"Biasanya kelompok Burung Bidadari muncul sejak fajar menyingsing hingga pukul 09.00 WIT. Uniknya bila mereka sudah bertengger di salah satu dahan ketika terbang bakal kembali lagi di dahan yang sama. Kami pun terus mengamati perilaku ikon burung Halmahera ini sebagai data pengetahuan kami," tukas Kepala Resort Taman Nasional Aketajewe Lolobata, David Kurnia Ahmad.

Sebelum mentari muncul, tepatnya pukul 04.00 WIT, tim 7WWM mulai bersiap menyambut Burung Bidadari. Sejumlah ranger pun siap menemani tim untuk mengeksplorasi kawasan taman nasional ini.

Perjuangan Berat Melihat Burung Bidadari Langka Khas Malut


Petualangan bertemu ikon burung khas Malut bukan perkara mudah. Tim 7WWM mesti berjibaku melintasi hutan dan sungai berarus deras yang dalamnya sepinggang orang dewasa, sebanyak 3 kali.

Namun perjuangan itu terbayar lunas saat tim berhasil mendengar dan melihat kicauan lantang dan tingkah pola Burung Bidadari di area pengamatan burung.

Burung Bidadari termasuk burung langka dan terancam punah yang memiliki daya tarik tinggi untuk pecinta burung dan fotografer fauna. Karena kelangkaan ini juga pemerintah telah memasukkan burung ini sebagai burung yang harus dilindungi.

Burung Bidadari memiliki rupa yang cantik, gayanya unik, dan suaranya pun membahana.

Burung Bidadari ditemukan pertama kali oleh Alfred Russel Wallace di Pulau Bacan, Maluku Utara, pada 1858. Wallace menyebutnya sebagai bird of paradise karena kecantikan burung ini.

Penemuan itu lalu ditulisnya dalam sebuah laporan yang dikirim ke Inggris. Setahun kemudian, laporannya menjadi bahan kajian para ornitologi atau pakar zoologi di Inggris.

(adv/adv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed