detikOto


Efek Kenaikan BBM Selama Era Presiden SBY pada Penjualan Mobil

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Selasa, 18/06/2013 15:50 WIB

Efek Kenaikan BBM Selama Era Presiden SBY pada Penjualan Mobil
Jakarta -Pemerintah akan segera mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dari harga Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 untuk premium dan solar dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter. Bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan pasar otomotif nasional?

Beberapa petinggi produsen mobil menyebutkan kenaikan harga BBM biasanya akan menurunkan penjualan mobil maksimal 30 persen, namun dalam waktu 2-3 bulan penjualan mobil biasanya kembali pulih.

Mari kita simak data penjualan mobil saat terjadi kenaikan BBM di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kenaikan BBM di 1 Maret 2005.

Premium dari Rp 1.810 naik menjadi Rp 2.400. Yang menarik di tahun ini, penjualan mobil seperti tidak mengalami pengaruh dari kenaikan harga BBM. Coba lihat saja data Gaikindo.

Di bulan Februari 2005 penjualan mobil mencapai 45.718 unit, namun di bulan Maret saat harga BBM dinaikkan penjualan mobil justru naik menjadi 52.765 unit, tetapi kembali turun di bulan April menjadi 51.250 unit

Kenaikan BBM di 1 Oktober 2005

Kemudian masih di tahun yang sama, pada tanggal 1 Oktober, harga premium naik dari Rp 2.400 per liter menjadi Rp 4.500.

Data penjualan di bulan September 2005 mencapai 44.092 unit. Namun di dua bulan berikutnya, penjualan mobil mendapat pukulan hebat karena harga bensin yang langsung berasa mahalnya mahal saat itu.

Penjualan di bulan Oktober 2005 hanya mencapai 35.105 unit, di bulan November terus turun menjadi 26.118 unit. Dan penjualan baru mulai pulih di akhir tahun menjadi 32.871 unit.

Kenaikan BBM di 24 Mei 2008

Pemerintah menaikkan harga BBM lagi dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.000/liter. Solar naik dari Rp 4.300 menjadi Rp 5.500/liter.

Jika melihat data penjualan mobil bulan April yang sebesar 51.643 unit, angka itu langsung turun begitu ada kenaikan harga BBM. Di bulan Mei penjualan turun menjadi 50.717 unit, dan baru pulih di bulan Juni dengan mencatat angka 54.707 unit.

Nah saat pemerintah menurunkan harga BBM di akhir 2008 dan awal 2009, penjualan mobil sedang adem ayem.

Penurunan harga BBM yang akhirnya menjadi Rp 4.500 tidak terlalu menggairahkan pasar. Penjualan mobil di bulan-bulan itu hanya mencapai di angka 30.000 unit saja.

(ddn/ddn)

Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com