detikOto


Mengintip Program Mobil Murah Thailand

Syubhan Akib - detikOto
Jumat, 07/06/2013 16:00 WIB

Mengintip Program Mobil Murah Thailand Pabrik Mitsubishi Mirage Thailand
Jakarta -Pemerintah Indonesia baru saja melahirkan regulasi terkait mobil murah. Ini adalah upaya Indonesia untuk mengimbangi Thailand yang dikenal sebagai Kota Detroit-nya Asia.

Thailand sudah melahirkan regulasi sejenis beberapa tahun lalu. Tapi, seperti apa regulasi mobil murah yang ada di Thailand?

Program mobil murah di Thailand berbalut dengan tema eco cars, mirip dengan Low Cost dan Green Car (LCGC) yang baru saja dicanangkan pemerintah.

Melirik regulasi yang ada di Thailand, negeri gajah putih itu berani memberikan insentif pajak perusahaan pada merek-merek yang ingin ikut serta pada program tersebut selama 8 tahun.

Bea masuk untuk peralatan pun juga dibebaskan. Sementara untuk bea masuk material dan komponen mendapat insentif hingga 90 persen selama 2 tahun.

Tapi, untuk mendapatkan insentif-insentif tadi, produsen mobil harus mampu menciptakan mobil ramah lingkungan dengan mesin sampai dengan 1.300 cc.

Mobil tersebut, harus mampu memperlihatkan tingkat efisiensi tinggi 5 liter untuk 100 km atau 20 km/liter. Standar emisi mobil tersebut juga harus sudah mencapai Euro4 atau lebih dengan produksi CO2 tidak lebih dari 120 g/km.

Namun, di samping persyaratan-persyaratan teknis tadi --termasuk masalah tingkat keamanan terutama bagian depan dan samping mobil dengan standar Eropa-- merek-merek yang ingin ikut serta dalam program ini juga harus menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Thailad.

Sebab, merek-merek itu harus mengintegrasikan manufaktur perakitan, produksi mesin dan komponen di Thailand. 5 miliar baht juga harus rela dikeluarkan oleh merek yang ikut program ini untuk diinvestasikan di Thailand.

Dana sebesar itu dibutuhkan karena merek-merek yang ingin ikut program tersebut harus mampu memiliki kapasitas produksi minimal 100.000 unit per tahun dalam 5 tahun. Selain itu, lima komponen seperti cylinder heads, cylinder blocks, crankshafts, camshafts dan connecting rods harus diproduksi disana.

Dengan skema yang menarik ini, Thailand pada 2015 menargetkan akan mampu memproduksi 500.000 mobil di kelas ini untuk dipasarkan di dalam negeri dan di ekspor.

Segmen mobil murah ini pun diperkirakan akan memakan 30 persen dari total pasar yang ada dan akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru.

Nissan, Honda, Suzuki, Mitsubishi dan Toyota adalah merek-merek yang ikut serta di program ini. Merek-merek itu --ditambah Daihatsu-- juga sudah menyatakan komitmen yang sama untuk ikut program LCGC yang ada di Indonesia.

Mobil-mobil seperti Nissan March, Mitsubishi Mirage, dan Honda Brio merupakan produk-produk dari program eco cars Thailand yang akhirnya masuk ke Indonesia.

(syu/ddn)
Foto Video Terkait

Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Must Read close