detikOto
 
 


Berapa Perak Kenaikan Premium yang Ditolerir Pengguna Mobil?

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 17/04/2013 16:47 WIB

Jakarta -Rencana untuk menaikkan harga jual bahan bakar bersubsidi sudah semakin jelas, yakni Rp 6.500 per liter untuk mobil pribadi. Tapi sebenarnya berapa rupiah yang diharapkan masyarakat jika memang BBM bersubsidi harus naik?

Pastinya pendapat masyarakat di jalanan beragam. Tapi pada dasarnya, mereka menginginkan kenaikan yang tidak terlalu tinggi. Kalau bisa Premium hanya naik dari Rp 100 hingga Rp 2.000 yang dianggap wajar.

"BBM bersubsidi premium naik saya tidak setuju, soalnya pengeluaran saya saja sudah besar, kalau pun naik saya maunya jadi Rp 4.600 saja atau naik Rp 100 perak," kata Siska sambil tertawa renyah.

Begitu juga dengan Feby dan Fany yang menilai boleh saja Premium naik maksimal Rp 500. "BBM bersubsidi premium naik tidak setuju, gaji saja tidak naik-naik. Kalau pun terpaksa naik, yah Rp 500 perak aja naiknya," kata Feby dan Fany yang 1 suara.

Lainnya halnya Saiful yang menilai wajar jika BBM subsidi naik. "Boleh saja naik, asal jangan mahal-mahal. Rp 1.000 saja naiknya," kata Saiful.

"Saya setuju, karena memang harus naik supaya subsidi tepat saran, Rp 6.000 saya masih setuju," kata Agung.

"Premium naik setuju, minimal menjadi Rp 7.000 tidak masalah. Kalau perlu dihilangkan saja subsidinya," kata Budi.

(ddn/ddn)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Must Read close