Regulasi Mobil Murah Tinggal Diteken Presiden SBY

Zulfi Suhendra - detikOto
Rabu, 23/01/2013 07:04 WIB

Jakarta -Regulasi mengenai mobil hijau dan murah atau Low Cost Green Car (LCGC) akan segera keluar dalam waktu dekat. Semua substansi mengenai regulasi tersebut telah diselesaikan, hanya tinggal diteken Presiden SBY.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (22/1/2013).

"Sudah semakin nyata," ujar Budi singkat.

Dia memaparkan, proses legal dan segala ketentuan mengenai regulasi ini sudah dilakukan, dari mulai koordinasi di DPR dan Departemen Hukum dan Ham sudah selesai. Budi mengatakan, segala substansinya sudah selesai.

"Tinggal koordinasi diantara kementerian, lalu ditandatangani Presiden, saya tidak bisa memastikan waktu pastinya kapan," lanut Budi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Marto menegaskan, aturan LCGC akan keluar tahun ini. Kabar terakhir menyebutkan regulasi baru sudah disiapkan berupa Peraturan Presiden (Perpres) yang akan diterbitkan pada tahun 2013. Salah satu yang masuk dalam aturan tersebut terkait dengan insentif mobil ramah lingkungan.

"Kita bentuk satu insentif bagi low emission dan akan keluar di 2013 ini," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya.

Menurut Agus Marto, dalam kebijakan low emission carbon project itu terdapat juga paket insentif untuk beberapa jenis kendaraan, antara lain mobil listrik, hibrida, dan Low Cost Green Car (LCGC). "Insentif itu satu paket dengan LCGC," imbuhnya.

Kebijakan low carbon emission awalnya direncanakan keluar pada 30 Agustus 2012 dalam bentuk Perpres. Insentif yang disiapkan tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia. Selain itu, Agus Marto menekankan fungsi dari insentif ini adalah untuk efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kita betul mendesain agar tepat sasaran. Insentif ini umumnya untuk industri otomotif yang menghasilkan barang-barang yang efisien menggunakan BBM dan peningkatan produktifitasnya. Ini otomatis industrinya push on disana tetapi kita arahkan untuk produsennya," tandas Agus Marto.

(zul/ddn)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        




Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com