- Parkir Valet | Aksesoris | Inovasi | LCGC | Versus | Mobil tercepat | Mobil terlaris |
-
Kamis, 23/05/2013 09:46 WIB Mobil Super Pilihan Pebalap Formula 1
-
Kamis, 23/05/2013 09:04 WIB BBM Mau Naik, Mobil Seken Diburu
-
Kamis, 23/05/2013 08:47 WIB Ini Dia Alphard Versi Murah dari China
-
Rabu, 22/05/2013 18:03 WIB Digugat Konsumen, Ini Jawaban BMW
-
Rabu, 22/05/2013 17:37 WIB Ini Mobil Aston Martin Termahal di Dunia
-
Rabu, 22/05/2013 15:39 WIB Jok Spin Tidak Bisa Digeser dan Inden Lama? Ini Jawaban Chevy
Produsen Eropa Merasa Dianaktirikan Pemerintah
Jumat, 18/01/2013 13:13 WIB
Suasana Jenewa Motor Show
Jakarta - Dibandingkan merek mobil Jepang, merek Eropa yang beredar di Indonesia ternyata lebih banyak. Total ada 14 merek Eropa sementara Jepang ada 12 merek.
Namun meski memiliki lebih banyak merek, pabrikan Eropa tidak cukup mendongkrak angka penjualan. Di 2012 pabrikan Eropa hanya mampu menjual hingga 0,9 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia.
Bahkan ada kesan kalau pabrikan Eropa merasa dianaktirikan oleh kebijakan pemerintah Indonesia. Bila dibandingkan dengan pabrikan Jepang di Indonesia.
"Waktu itu dalam acara Europe Union Indonesia Dialogs, saya diutus Gaikindo untuk hadir di sana. Dan di sana mereka merasa dianaktirikan oleh pemerintah Indonesia," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto di Jakarta.
Jongkie pun menjelaskan kepada pabrikan Eropa di Indonesia, bahwa kerjasama Indonesia dengan Jepang bukan hanya mengenai industri otomotif saja.
"Eropa merasa dianaktirikan, dengan Indonesia melakukan perjanjian kerjasama Jepang-Indonesia, yang didalamnya mengatur biaya masuk ke indonesia," ucap Jongkie.
Jongkie pun menjelaskan kepada produsen Eropa tersebut kalau kerjasama antara Jepang_indonesia itu tidak hanya sekedar industri otomotif.
"Bahkan perjanjian yang setebal buku (IJ-EPA) itu, perjanjian industri otomotif itu hanya beberapa lembar saja," tambahnya.
Jongkie pun langsung memberikan masukan untuk Eropa dapat meniru Jepang yang lebih terbuka dalam bekerja sama antar negara. Tapi jangan lupa, itu bukan hanya otomotif aja, karena masih banyak kerjasama yang lain.
"Contohnya, sekarang para perawat Indonesia bisa langsung bekerja di Jepang tanpa dibatasi, dan masih banyak perjanjian lainnya lagi. Sehingga bisa menemukan Win Win Solution untuk kedua negara," ucap Jongkie.
Sehingga Jongkie menyimpulkan, untuk pabrikan Eropa tidak perlu merasa dianaktirikan di Indonesia.
(ddn/ddn)
Namun meski memiliki lebih banyak merek, pabrikan Eropa tidak cukup mendongkrak angka penjualan. Di 2012 pabrikan Eropa hanya mampu menjual hingga 0,9 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia.
Bahkan ada kesan kalau pabrikan Eropa merasa dianaktirikan oleh kebijakan pemerintah Indonesia. Bila dibandingkan dengan pabrikan Jepang di Indonesia.
"Waktu itu dalam acara Europe Union Indonesia Dialogs, saya diutus Gaikindo untuk hadir di sana. Dan di sana mereka merasa dianaktirikan oleh pemerintah Indonesia," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto di Jakarta.
Jongkie pun menjelaskan kepada pabrikan Eropa di Indonesia, bahwa kerjasama Indonesia dengan Jepang bukan hanya mengenai industri otomotif saja.
"Eropa merasa dianaktirikan, dengan Indonesia melakukan perjanjian kerjasama Jepang-Indonesia, yang didalamnya mengatur biaya masuk ke indonesia," ucap Jongkie.
Jongkie pun menjelaskan kepada produsen Eropa tersebut kalau kerjasama antara Jepang_indonesia itu tidak hanya sekedar industri otomotif.
"Bahkan perjanjian yang setebal buku (IJ-EPA) itu, perjanjian industri otomotif itu hanya beberapa lembar saja," tambahnya.
Jongkie pun langsung memberikan masukan untuk Eropa dapat meniru Jepang yang lebih terbuka dalam bekerja sama antar negara. Tapi jangan lupa, itu bukan hanya otomotif aja, karena masih banyak kerjasama yang lain.
"Contohnya, sekarang para perawat Indonesia bisa langsung bekerja di Jepang tanpa dibatasi, dan masih banyak perjanjian lainnya lagi. Sehingga bisa menemukan Win Win Solution untuk kedua negara," ucap Jongkie.
Sehingga Jongkie menyimpulkan, untuk pabrikan Eropa tidak perlu merasa dianaktirikan di Indonesia.
(ddn/ddn)
Baca Juga
Foto Video Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Mobil Super Pilihan Pebalap Formula 1
0 share this.Suzuki Resmikan Diler di Tanjung Pinang
0 share this.Suka Duka Petugas Valet Parking di Mal
0 share this.BBM Mau Naik, Mobil Seken Diburu
0 share this.Ini Dia Alphard Versi Murah dari China
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
-
Kamis, 23/05/2013 10:23
Mau Lebaran, Pedagang Mobil Bekas Bergerilya Mencari Avanza
-
Kamis, 23/05/2013 09:46
Mobil Super Pilihan Pebalap Formula 1
-
Kamis, 23/05/2013 09:20
Suzuki Resmikan Diler di Tanjung Pinang
-
Kamis, 23/05/2013 09:15
Oto Fokus
Suka Duka Petugas Valet Parking di Mal
-
Kamis, 23/05/2013 09:04
BBM Mau Naik, Mobil Seken Diburu
-
Kamis, 23/05/2013 08:47 WIB
Ini Dia Alphard Versi Murah dari China
-
Kamis, 23/05/2013 09:15 WIB
Oto Fokus
Suka Duka Petugas Valet Parking di Mal
-
Kamis, 23/05/2013 09:04 WIB
BBM Mau Naik, Mobil Seken Diburu
-
Kamis, 23/05/2013 09:46 WIB
Mobil Super Pilihan Pebalap Formula 1
-
Kamis, 23/05/2013 08:35 WIB
BMW dan TVS akan Lahirkan Motor Sport 250 cc
-
Kamis, 23/05/2013 10:23 WIB
Mau Lebaran, Pedagang Mobil Bekas Bergerilya Mencari Avanza
-
Kamis, 23/05/2013 09:20 WIB
Suzuki Resmikan Diler di Tanjung Pinang
-
61 Komentar
-
17 Komentar
-
15 Komentar
-
15 Komentar
-
14 Komentar
-
13 Komentar
-
13 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 14:03 WIB
Nissan dan Mitsubishi Bikin Mobil Kecil
-
Selasa, 22/05/2013 14:03 WIB
Mengendarai Mobil Teririt di Dunia, VW XL1
-
Senin, 22/05/2013 14:03 WIB
CEO Suzuki: Motor Kami dalam Jalan Buntu
Must Read close
-
Rabu, 22/05/2013 08:56 WIB
Kesan Pertama Nissan Livina
-
Rabu, 22/05/2013 08:49 WIB
Mustang Eleanor 'Gone in 60 Seconds' Laku Hampir Rp 10 Miliar!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






_3.gif)


