- Parkir Valet | Aksesoris | Inovasi | LCGC | Versus | Mobil tercepat | Mobil terlaris |
-
Jumat, 24/05/2013 18:37 WIB Siswa SMU Ini Bisa Bikin Sistem Autopilot di Mobil Jadi Murah
-
Jumat, 24/05/2013 15:32 WIB 5 Fitur Baru di Pajero Sport Limited
-
Jumat, 24/05/2013 14:54 WIB Power Bank Ini Bisa Nyalakan Aki Mobil yang Soak
-
Jumat, 24/05/2013 14:03 WIB Dilupakan Pemerintah, Pembuat Mobil Nasional 'Menjerit'
-
Jumat, 24/05/2013 11:28 WIB Tabung Elpiji 3 Kg Bisa untuk Bahan Bakar Mobil!
-
Jumat, 24/05/2013 10:41 WIB Lambo Terjebak Macet
4 Tips Berkendara Saat Banjir ala Rifat Sungkar
Kamis, 17/01/2013 09:16 WIB
Jakarta - Saat ini, hujan dan banjir seakan-akan menjadi musuh utama para pengguna kendaraan, khususnya di kota-kota besar. Dapat dipastikan, apabila terjadi hujan, maka arus lalu lintas akan menjadi padat, terutama bila terjadi banjir.
Mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah merasakan pengalaman terjebak kemacetan akibat hujan dan banjir.
Bahkan mungkin anda pernah mengalami kerusakan kendaraan pada saat melewati suatu daerah yang sedang tergenang banjir.
Berkendara di saat banjir menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan dengan berkendara saat hujan. Risiko dan hal-hal yang harus diantisipasi juga berbeda.
Berikut adalah beberapa tips untuk berkendara saat banjir.
Tips 1. Jangan Ngebut di Area Banjir
Hal utama yang perlu dilakukan adalah jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di area banjir. Banyak hal yang dapat terjadi kalau ngebut di area banjir, mulai dari kerusakan bemper, air yang menciprati kaca depan sehingga mengganggu pandangan, kerusakan mesin yang diakibatkan oleh masuknya air, bahkan bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
Mobil sekarang kebanyakan sudah menggunakan sistem injection. Mobil dengan sistem injection akan mempertahankan RPM-nya. Cukup lewati area banjir dengan santai hanya dengan gigi 1. Karena bila di gigi 2 dan selebihnya, RPM pada mobil justru menjadi lebih rendah.
Tips 2. Intake Lebih Penting dari Knalpot
Banyak orang ketika mengemudikan mobil di area banjir menginjak gas dalam-dalam ditambah dengan “setengah kopling”, dengan alasan untuk menjaga agar knalpot tidak kemasukan air.
Namun itu merupakan tindakan yang tidak tepat. Selama mobil masih digas, meskipun perlahan, air tidak akan masuk ke dalam knalpot, karena adanya udara yang keluar.
Udara yang dibuang melalui knalpot terjadi karena ada udara yang masuk, melalui intake atau air filter. Yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal bukanlah air dari knalpot, namun intake yang kemasukan air.
Oleh karena itu, pengendara harus memperhatikan posisi intake kendaraan.
Jika posisi intake berada di posisi yang tinggi, tidak perlu khawatir dan cukup santai saja ketika membawa kendaraan melewati area banjir.
Namun, bagi yang posisi intake-nya ada di bawah, mereka harus berhati-hati karena semakin kencang digas maka mobil akan menarik udara semakin kencang juga.
Pada saat mobil menarik udara, maka katup intake pun semakin besar terbuka, sehingga kemungkinan masuknya air juga semakin besar.
3. Perhatikan Kondisi Rem
Ketika melewati area banjir sering kali rem terasa blong. Namun hal tersebut disebabkan karena mekanisme rem yang basah dan licin.
Pengendara mobil disarankan mencoba rem berkali-kali sampai normal kembali, ketika keluar dari area banjir, sebelum melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal. Terutama untuk mobil dengan mekanisme rem belakang tromol, karena, rem tromol perlu waktu lebih lama untuk kembali normal dibandingkan rem dengan mekanisme disc-brake.
Tips 4. Be Prepare!
Menyiapkan berbagai perlengkapan di mobil yang dapat membantu mengatasi keadaan darurat merupakan hal yang sangat disetujui.
Namun yang lebih penting daripada itu, para pengendara harus memahami fungsi kelengkapan mobil dan perlengkapan yang ada.
Pengendara dianjurkan untuk menyediakan lap di mobil, namun perlu dipisah antara lap yang digunakan untuk ban dan mesin dengan lap untuk bodi dan kaca.
Selain lap, air wiper yang mengandung sabun atau konsentrat untuk campuran air wiper yang saat ini banyak dijual di pasaran juga akan membantu membersihkan kaca dengan lebih bersih dan efisien, karena visibilitas merupakan hal yang penting.
Namun, yang jauh lebih penting daripada kesiapan peralatan dan teknis adalah sikap dan kesiapan mental si pengemudi.
Karena kita menggunakan jalan bersama dengan orang lain, maka perlu agar kita menjaga etika berkendara dan menjaga keselamatan. Pengemudi juga harus lebih sigap dan hati-hati karena grip pada ban jauh lebih lemah pada lintasan yang basah. Karena grip yang lemah, mobil memerlukan waktu dan jarak yang lebih untuk berhenti atau bermanuver.

Rifat Sungkar, atlet dan pemerhati otomotif nasional
(ddn/ddn)
Mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah merasakan pengalaman terjebak kemacetan akibat hujan dan banjir.
Bahkan mungkin anda pernah mengalami kerusakan kendaraan pada saat melewati suatu daerah yang sedang tergenang banjir.
Berkendara di saat banjir menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan dengan berkendara saat hujan. Risiko dan hal-hal yang harus diantisipasi juga berbeda.
Berikut adalah beberapa tips untuk berkendara saat banjir.
Tips 1. Jangan Ngebut di Area Banjir
Hal utama yang perlu dilakukan adalah jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di area banjir. Banyak hal yang dapat terjadi kalau ngebut di area banjir, mulai dari kerusakan bemper, air yang menciprati kaca depan sehingga mengganggu pandangan, kerusakan mesin yang diakibatkan oleh masuknya air, bahkan bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
Mobil sekarang kebanyakan sudah menggunakan sistem injection. Mobil dengan sistem injection akan mempertahankan RPM-nya. Cukup lewati area banjir dengan santai hanya dengan gigi 1. Karena bila di gigi 2 dan selebihnya, RPM pada mobil justru menjadi lebih rendah.
Tips 2. Intake Lebih Penting dari Knalpot
Banyak orang ketika mengemudikan mobil di area banjir menginjak gas dalam-dalam ditambah dengan “setengah kopling”, dengan alasan untuk menjaga agar knalpot tidak kemasukan air.
Namun itu merupakan tindakan yang tidak tepat. Selama mobil masih digas, meskipun perlahan, air tidak akan masuk ke dalam knalpot, karena adanya udara yang keluar.
Udara yang dibuang melalui knalpot terjadi karena ada udara yang masuk, melalui intake atau air filter. Yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal bukanlah air dari knalpot, namun intake yang kemasukan air.
Oleh karena itu, pengendara harus memperhatikan posisi intake kendaraan.
Jika posisi intake berada di posisi yang tinggi, tidak perlu khawatir dan cukup santai saja ketika membawa kendaraan melewati area banjir.
Namun, bagi yang posisi intake-nya ada di bawah, mereka harus berhati-hati karena semakin kencang digas maka mobil akan menarik udara semakin kencang juga.
Pada saat mobil menarik udara, maka katup intake pun semakin besar terbuka, sehingga kemungkinan masuknya air juga semakin besar.
3. Perhatikan Kondisi Rem
Ketika melewati area banjir sering kali rem terasa blong. Namun hal tersebut disebabkan karena mekanisme rem yang basah dan licin.
Pengendara mobil disarankan mencoba rem berkali-kali sampai normal kembali, ketika keluar dari area banjir, sebelum melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal. Terutama untuk mobil dengan mekanisme rem belakang tromol, karena, rem tromol perlu waktu lebih lama untuk kembali normal dibandingkan rem dengan mekanisme disc-brake.
Tips 4. Be Prepare!
Menyiapkan berbagai perlengkapan di mobil yang dapat membantu mengatasi keadaan darurat merupakan hal yang sangat disetujui.
Namun yang lebih penting daripada itu, para pengendara harus memahami fungsi kelengkapan mobil dan perlengkapan yang ada.
Pengendara dianjurkan untuk menyediakan lap di mobil, namun perlu dipisah antara lap yang digunakan untuk ban dan mesin dengan lap untuk bodi dan kaca.
Selain lap, air wiper yang mengandung sabun atau konsentrat untuk campuran air wiper yang saat ini banyak dijual di pasaran juga akan membantu membersihkan kaca dengan lebih bersih dan efisien, karena visibilitas merupakan hal yang penting.
Namun, yang jauh lebih penting daripada kesiapan peralatan dan teknis adalah sikap dan kesiapan mental si pengemudi.
Karena kita menggunakan jalan bersama dengan orang lain, maka perlu agar kita menjaga etika berkendara dan menjaga keselamatan. Pengemudi juga harus lebih sigap dan hati-hati karena grip pada ban jauh lebih lemah pada lintasan yang basah. Karena grip yang lemah, mobil memerlukan waktu dan jarak yang lebih untuk berhenti atau bermanuver.

Rifat Sungkar, atlet dan pemerhati otomotif nasional
(ddn/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Tahun Depan KIA Luncurkan Soul Listrik
0 share this.Edisi Khusus Audi TT Coupe
0 share this.Perusak Mercy Milik Sendiri di JCC Diduga Mabuk
0 share this.Jaguar Legendaris Siap Dilelang
0 share this.Mengamuk, Pengendara Mercy Rusak Mobilnya di JCC
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
-
Minggu, 26/05/2013 12:45
Tahun Depan KIA Luncurkan Soul Listrik
-
Minggu, 26/05/2013 10:40
Edisi Khusus Audi TT Coupe
-
Minggu, 26/05/2013 08:53
Perusak Mercy Milik Sendiri di JCC Diduga Mabuk
-
Minggu, 26/05/2013 08:47
Jaguar Legendaris Siap Dilelang
-
Minggu, 26/05/2013 05:49
Mengamuk, Pengendara Mercy Rusak Mobilnya di JCC
-
Minggu, 26/05/2013 12:45 WIB
Tahun Depan KIA Luncurkan Soul Listrik
-
Minggu, 26/05/2013 10:40 WIB
Edisi Khusus Audi TT Coupe
-
Minggu, 26/05/2013 08:47 WIB
Jaguar Legendaris Siap Dilelang
-
Minggu, 26/05/2013 08:53 WIB
Perusak Mercy Milik Sendiri di JCC Diduga Mabuk
-
Minggu, 26/05/2013 05:49 WIB
Mengamuk, Pengendara Mercy Rusak Mobilnya di JCC
-
Sabtu, 25/05/2013 06:24 WIB
Tukang Roti Ini Dapatkan Nissan Juke Versi Batman
-
Sabtu, 25/05/2013 09:15 WIB
Asyik Motor dan Mobil Bisa Pakai Stiker Sesuai Selera
-
26 Komentar
-
19 Komentar
-
16 Komentar
-
14 Komentar
-
14 Komentar
-
12 Komentar
-
12 Komentar
-
Minggu, 26/05/2013 10:40 WIB
Edisi Khusus Audi TT Coupe
-
Jumat, 26/05/2013 10:40 WIB
Apa yang Kurang dari Lexus?
-
Kamis, 26/05/2013 10:40 WIB
Design Vision GTI: VW Golf Setara Supercar
Must Read close
-
Kamis, 23/05/2013 09:46 WIB
Mobil Super Pilihan Pebalap Formula 1
-
Kamis, 23/05/2013 09:04 WIB
BBM Mau Naik, Mobil Seken Diburu
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





_4.gif)


