detikOto

Mayoritas Ban Mobil di Jakarta 'Kurang Angin'

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 29/08/2012 17:00 WIB

Mayoritas Ban Mobil di Jakarta Kurang Angin
Jakarta -Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan. Selain faktor manusia dan kondisi lingkungan, faktor kendaraan juga ikut menyumbang potensi kecelakaan yang ada, begitu juga dengan kondisi ban.

Tapi sayangnya, penelitian terbaru menyebutkan kalau hampir 78,30 persen kendaraan memiliki tekanan ban di bawah standar. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas pengendara masih belum peduli dengan permasalahan ban.

Kabar mengagetkan tersebut didapat setelah kegiatan “Fill Up With Air” diselenggarakan PT Michelin Indonesia (PTMI), di kawasan Senayan, Jakarta pada 13-14 Agustus lalu.

Namun, kondisi ban dari kendaraan-kendaraan tersebut hampir 21,70 % masih dalam keadaan bagus. Hanya sekitar 5,66% yang harus segera diganti karena sudah tidak layak.

Head of Communications PT Michelin Indonesia Nora Guitet mengatakan kalau perlu ada edukasi mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan ban secara terus-menerus dan teratur.

Sebab, ban merupakan salah satu faktor keamanan yang terpenting bagi keselamatan berkendara di jalan.

"Untuk itu, Michelin yang memiliki komitmen tinggi untuk memberikan keselamatan dan terus memberikan pengetahuan bagi pemilik kendaraan pada pentingnya memiliki tekanan udara yang tepat untuk keselamatan pengendara," kata Nora dalam keterangan resminya, Rabu (29/8/2012).

Menurut Nora, PTMI berencana untuk mengadakan kegiatan sejenis di kota lain di Indonesia. Apalagi, jaringan diler Michelin saat ini sudah mencapai 22 dealer yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

"Pemeriksaan ban tidak harus menunggu waktu mudik lebaran. Kegiatan “Fill Up With Air” juga dapat dilakukan di daerah lain. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab Michelin untuk memberikan kesadaran tentang keselamatan berkendara di jalan bagi masyarakat Indonesia untuk mengurangi jumlah angka kecelakaan di jalan," lanjut Nora.

Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi ban seringkali menjadi pemicu utama terjadinya kecelakan.

Di Indonesia, berdasarkan data Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, selama tahun 2011 jumlah kecelakaan di jalan raya mencapai 106.129 ribu, naik 2,27% dibandingkan tahun 2010. Akibat kecelakaan tersebut, sekitar 30.629 orang meninggal dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp 278,4 miliar.

Sementara itu, ketika musim mudik 2012 lalu tingkat kecelakaan lalu lintas selama musim Lebaran 2012 masih tetap tinggi.

Pada konferensi pers penutupan resmi Kegiatan pemantauan transportasi Lebaran 2012 oleh Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 oleh Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, Selasa (28/8), tercatat jumlah kecelakaan mencapai 5.233 kasus kecelakaan. Korban meninggal dunia mencapai 908 orang.

Total pemudik tahun ini tercatat naik 10,76% menjadi 14,41 juta orang dibanding musim Lebaran 2011 lalu. Pada Lebaran 2011, total kecelakaan sebanyak 4.744 insiden dengan 779 korban meninggal dunia.




(syu/ddn)

Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Must Read close