detikOto


Motor Bukan Mesin Pembunuh, Tapi Pengendaranya

Muhammad Ikhsan - detikOto
Sabtu, 21/04/2012 15:31 WIB

Jakarta - Kecelakaan roda dua di Indonesia khususnya Jakarta semakin tinggi. Banyak yang beranggapan jika motor penyebab utama, sehingga motor dianggap mesin pembunuh. Dan itu jadi topik pembicaraan yang ramai di masyarakat.

Namun yang paling disalahkan bukan-lah motor, melainkan pengendaranya sendiri. Banyak pengendara motor yang berperilaku tidak teratur di jalan.

Hal itu diungkapkan Ketua Divisi Litbang Road Safety Association (RSA), Edo Rusyanto di sela-sela pelatihan safety riding yang diadakan Evalube di gedung Koni jalan Tanah Abang I, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).

"Dulu dikatakan motor mesin pembunuh nomor satu. Itu salah yang benar adalah pengendaranya yang pembunuh nomor satu," kata Edo.

Menurutnya, perilaku pengendara saat ini sudah tidak teratur sehingga banyak terjadi kecelakaan hingga kematian. Seperti halnya pengendara mengganggap jalur busway seperti jalan tol. Mereka sebenarnya tahu bahayanya tapi kerap dilakukan.

"Kesadaran mereka (pengendara motor) kurang. Banyak pengendara menganggap jalur busway adalah jalan tol, sehingga terjadi kecelakaan. Tapi ini kerap dilakukan," ucapnya.

Ia menjelaskan sebanyak 31.000 kecelakaan di 2011. Dan 70 persennya adalah melibatkan sepeda motor

"Dari 31.000 kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian, 70 persennya adalah sepeda motor. Ini sudah terlalu banyak dan harus ditekan dengan kesadaran masing-masing pengendara motor," pungkasnya.

(ikh/ddn)

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com

    Must Read close