detikOto

http://saft7.com
Firmansyah Saftari

Pendiri Klub IDMOC (Indonesian Mitsubishi Owners Club)
Hobby Utak-atik otomotif
Aktif di lebih dari 30 milis otomotif
Saftari juga penulis buku tentang otomotif.


Seberapa 'Adem' Suhu Kabin Ketika Mobil Dijemur Siang Bolong?

SAFT7 - detikOto
Selasa, 04/10/2011 14:10 WIB

Seberapa Adem Suhu Kabin Ketika Mobil Dijemur Siang Bolong?
Jakarta -Pernah tidak Anda mengukur berapa suhu kabin mobil pada kondisi seluruh kaca jendela tertutup rapat di terik matahari (siang bolong)? Sementara itu berapa selisih suhu luar terhadap suhu dalam kabin?

Tidak sangka suhu dalam kabin bisa mencapai 56 derajat celcius lebih! Sementara suhu udara di luar hanya sekitar 38 derajat Celcius. Bayangkan jika kita berada di dalam kabin yang bersuhu tinggi tersebut. Ampun, ampun.

Dari iseng (lagi-lagi) cuci mata ke Harco Glodok, saya menemukan termometer digital yang bisa mengukur dua suhu ruangan (indoor dan outdoor). Wah, lucu juga saya beli deh tuh.



Kemampuannya lumayan mulai dari minus 50 derajat celcius hingga 70 derajat celcius.

Nah kesampaian deh niatan untuk mengukur suhu kabin pada saat terjemur di siang bolong dengan bantuan termometer tersebut. Saya pasang di sudut dashboard yang terlindung dari sinar matahari langsung.



Untuk sensor suhu outdoor, saya mencoba-coba untuk memilih tempat yang paling mendekati akurat. Ternyata cukup sulit, karena harus memenuhi syarat sebagai berikut:



  1. Sensor tidak boleh terkena angin langsung pada saat mobil berjalan.
  2. Sensor tidak boleh terkena sinar matahari langsung
  3. Sensor tidak boleh terkena radiasi panas dari ruang mesin

Mulai dicoba menempatkan di balik bumper depan, lis kaca, body, dan sebagainya. Akhirnya pilihan terbaik adalah menempatkan sensor di balik spion depan. Posisi inilah yang paling akurat mengukur suhu luar.



Wow! Ternyata pada saat mobil ditinggalkan parkir cukup lama (lebih dari 2 jam), suhu di dalam kabin mencapai 56,6 derajat celcius! Sementara komponen plastik kaca spion tempat sensor luar menempel terakumulasi panasnya hingga mencapai 44 derajat celcius.



Mulailah mobil diajak jalan, dan AC dinyalakan pada posisi Speed-1.



Saya juga sekalian mengecek suhu yang dikeluarkan oleh AC mobil saya dengan menggunakan termometer digital kecil. Suhu kerjanya bagus banget lho dari -40 derajat hingga 249 derajat celcius.



Saya colok ke lubang kisi-kisi AC untuk mengukurnya. Setelah sekitar 20 menit perjalanan di terik matahari tersebut, suhu pendinginan AC mobil saya ternyata kompresor otomatis OFF pada suhu 5,2 derajat Celcius.

Artinya AC sudah mencapai titik terdinginnya yang dideteksi oleh unit otomatis AC.





Nah, kebayang ya kalau kita taruh barang-barang kita di kondisi panas kabin seperti tadi di atas. Bersyukur kalau kita memasang kaca film pada kaca depan.

Tentunya kaca film khusus untuk kaca depan yang tidak mengganggu pandangan pada saat mengemudi malam, namun kaca film itu harus dapat menahan panas sinar matahari dan radiasi sinar UV.

Nih coba lihat perbedaan kaca yang terlapisi kaca film dan yang tidak terlapisi.



Berkat sistem AC yang bekerja dengan baik, dibantu oleh kaca film pada kaca depan (windshield), maka pada siang bolong tersebut, suhu kabin bisa tetap terasa sejuk dan nyaman.



Fiiiuuufhhhhh……

(ddn/ddn)
Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Must Read close