detikOto
 
 


Mematikan Mesin Diesel Turbocharger dengan Aman

Bagja Pratama - detikOto
Kamis, 16/09/2010 10:22 WIB
Halaman 1 dari 2

ilustrasi
Jakarta -Mesin diesel, apalagi yang mengaplikasi turbo, memang butuh perlakuan yang berbeda dengan mesin biasa. Apalagi ketika hendak dimatikan setelah bekerja cukup berat.

Sebelum mesin benar-benar mati, mesin diesel dengan turbocharger butuh beberapa waktu untuk periode pendinginan agar kompresor pendinginan mesin bekerja optimal, sehingga mencegah keausan mesin.

Pada saat yang sama, oli mesin dapat bersirkulasi dengan benar sehingga turbin tidak akan membakar oli yang terjebak dalam pengisi daya ketika turbin berputar dengan kecepatan tinggi.

Dulu, ada fitur Turbo Timer, sehingga meskipun kunci kontak sudah off, secara otomatis mobil diesel berturbocharger bisa terus menyala dalam beberapa waktu sampai proses pendinginan dianggap selesai.

Lalu bagaimana dengan mobil diesel yang tidak ada fitur turbo timer nya? Padahal pendinginan mesin diperlukan, apalagi ketika mobil sudah diajak bekerja keras menempuh perjalanan jauh.

Seperti dikutip dari Toyota, Kamis (16/9/2010) kalau hanya bepergian di dalam kota dengan kecepatan rata-rata di bawah 80 km/jam, waktu idling mesin tidak diperlukan, sehingga mesin dapat langsung dimatikan.

Sementara, bila berkendara dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam, ketika hendak mematikan mesin, sebaiknya Anda membiarkan mesin untuk tetap menyala (idling) selama sekitar 20 detik, sebelum dimatikan.Next

Halaman 1 2
(bgj/ddn)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Must Read close