Kamis, 08/10/2009 12:07 WIB
Ari Guritno Tak Mau Ikuti Arus
Syubhan Akib - detikOto

Honda GL 100 modifikasi (syu)

melulu mengikuti pakem dan tren modifikasi yang ada.
Karena walaupun kita tidak mengikuti trend tapi mampu memodif sebuah motor
dengan tingkat keselarasan desain dan finishing yang baik, gelar juara sebuah
kontes modifikasi tentu dapat kita raih.
Hal itulah yang ingin dibuktikan oleh Ari Guritno ketika hendak memodifikasi Honda GL 100 lawas lansiran tahun 1985 miliknya.
Sebab ketika modifikator saat ini masih saja suka memodif motor dengan aliran
low rider, cooper, sport, futuristik hingga JDM, Ari malah melawan mainstream
dengan memilih tema klasik untuk motornya itu.
"Kalau kita bisa buat taste modif sendiri, kenapa harus selalu mengikuti gaya
modif negara lain," ungkap Ari kepada detikOto.
Bahkan demi mengusung konsep 'flat tracker', yakni gaya motor balap jadul tahun 1930an, Ari pun berani membuang seluruh bagian motor dan membuat beragam pernik baru hasil kreasi sendiri alias custom.
Langkah pertama yang dilakukan Ari adalah membuat frame atau rangka untuk motor impiannya. Untuk ini, Ari yang juga pemilik rumah modifikasi Darizt Design tidak membuang waktu dan langsung merancang motor sesuai imajenasinya.
Pipa besi berdiameter satu setengah inchi yang memiliki tebal 3 mm pun di bentuk sedemikian rupa tanpa mengesampingkan urusan disain dan kenyamanan serta keamanannya.
Begitu pula dengan kaki-kaki motor yang meliputi swing arm dan suspensi ternyata juga dibuat sendiri. Hanya velg dan ban berukuran 19 inchi yang Ari comot dari merek DID dan Cheng Shin.
Kreatifitas warga Pleburan Gg. Mulia, Sariharjo Sleman, Yogyakarta ini pun
ternyata tidak berhenti sampai di situ, sebab bagian lain kendaraan seperti
stang hingga tangki bensin pun ternyata mampu dibuat oleh tangan dinginnya.
"Semuanya kami buat tangan, praktis yang kami pertahankan hanya bagian mesinnya saja," cetus Ari.
Dan kalau mau jujur, selain masalah konsep yang yahud dan perangkat custom yang dibuat sendiri, keistimewaan motor ini sebenarnya ada di kerapihan finishingnya. Sebab walaupun dikerjakan 'hanya' 4.5 bulan, finishing motor ini terbilang sangatlah baik dan detail.
Seluruh aksesoris pendukung dibuat dengan sangat rapi hingga membuat setiap
orang yang melihatnya pasti berpikiran "ini pasti buatan pabrik."
Karena itulah tidak heran bila semangat Ari ini pun langsung mendapat ganjaran, juara 1 untuk kelas ekstreem dan juara 3 untuk kelas cat serta menjadi Best of The Best dalam kontes modifikasi U mild U Bikers Festrack seri Jakarta yang baru saja digelar.
( syu / ddn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui Forum Otomotif di Detik Forum
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Rafika di rafika@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.506).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Rafika di rafika@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.506).
Forum detikOto
- Asuransi autocillin - sol... mursidi123
- Bingung Pilih Asuransi Mo... mursidi123
- TANYA: antara KIA CARENS ... ronitoxid
Berita Lain
-
Sabtu, 21/11/2009 19:00 WIB
Serbuan Fiat di Jakarta Automotive Fair
-
Sabtu, 21/11/2009 18:46 WIB
80 Mobil di AAC 2009
-
Sabtu, 21/11/2009 06:26 WIB
KIA Juga Nama Bayi
-
Sabtu, 21/11/2009 06:11 WIB
Insight Mobil Hall of Fame
-
Jumat, 20/11/2009 22:02 WIB
Ahmad Dhani Beli Chrysler 300 Buat Anak-anak
Indeks Berita





