Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 05 Oktober 2011, 12:59 WIB

Menteri ESDM Ngotot Minta Industri Otomotif Tahan Produksi

- detikOto
Menteri ESDM Ngotot Minta Industri Otomotif Tahan Produksi
Jakarta - Tingginya produksi kendaraan bermotor oleh industri otomotif dituding menjadi biang kerok besarnya permintaan energi di dunia dan pencemaran udara. Sudah saatnya industri otomotif menahan produksinya.

Menurut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di Indonesia khususnya Jakarta, jumlah mobil dan motor sudah jutaan memadati jalanan.

\\\"Harus ada perjuangan meng-goal-kan UU dan kebijakan yang arif menata transportasi, serta industri otomotif,\\\" jelas Darwin kepada detikOto<\/strong>, Rabu (5\/10\/2011).

Menurutnya, perhatian yang besar terhadap sektor energi saat ini harus didengar pelaku industri otomotif untuk lebih membatasi dirinya demi kepentingan yang lebih luas dari sekedar bisnis semata.

\\\"Perjuangan itu ada di Indonesia, dan UU Energi mengamanahkan kita mengelola aspek demand energy (permintaan). Bukan hanya terpaku pada supply (pasokan) energy yang tidak pernah cukup bila permintaannya terus melesat dengan tidak perlu,\\\" tukas Darwin.

Darwin mengungkapkan dirinya juga belajar dari pemerintah negara bagian California di AS yang mampu mengurangi populasi kendaraan di wilayahnya.

\\\"California sempat sangat berpolusi karena gaya hidup berkendaraan pribadi, polusi pabrik. Sejak 1930-an, populasi kendaraan membengkak hingga 2 juta, atau lebih dari 1 kendaraan untuk tiap 3 orang,\\\" katanya.

Akhirnya seorang legislator di California memperjuangkan melawan kebijakan energi dan lingkungan bersih. Hal ini sempat menimbulkan perlawanan dari industri otomotif dengan berbagai cara dan siasat.

\\\"Kini California lebih bersih berkat perjuangan yang gigih dan mengedepankan kepentingan lebih luas dan jangka panjang. Kepentingan mikro perusahaan cenderung sempit tidak peduli dampak jangka panjang,\\\" tukas Darwin.

Omongan Darwin ini sebenarnya sudah ditanggapi oleh industri otomotif. Agak rumit memang, energi makin menyusut namun di sisi lain, industri otomotif diminta pemerintah untuk menaikkan produksi dan kapasitas pabrik agar angka tenaga kerja meningkat dan pendapatan negara dari pajak yang disetorkan sektor ini cukup tinggi.

Bahkan Grup Astra pernah melaporkan menyetor pajak sampai Rp 50 triliun dari angka penjualan mobil yang diproduksi pada tahun 2010 lalu.
(dnl/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed