Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 14 Februari 2018, 09:59 WIB

Usai Siksa BR-V, Honda Resmikan Rambu Lalin di Tanjakan Monteng

Ruly Kurniawan - detikOto
Usai Siksa BR-V, Honda Resmikan Rambu Lalin di Tanjakan Monteng Foto: Ruly Kurniawan
Garut - Langit kemerahan tampak tergesa pergi sore kemarin. Area berliku masih menjadi santapan para rombongan The Braver Journey. Untung saja tidak memakan waktu lama jajaran Honda BR-V telah sampai di tempat bermalamnya di salah satu hotel Kamojang, Garut.

Jam sudah menunjukkan pukul 18.45 saat kaki-kaki mulai menginjak aspal kembali. Perjalanan hari pertama untuk menguji SUV Honda BR-V transmisi otomatis CVT dari Jakarta ke Garut sukses dijalankan. Tak lupa juga acara peresmian rambu lalu lintas di tanjakan Monteng, Kamojang yang terhelat menyenangkan.



Kemarin sore pihak PT Honda Prospect Motor meresmikan beberapa rambu lalu lintas di jalanan yang cukup berbahaya, tanjakan Monteng, Kamojang. Menurut catatan Deni Buldani, Kepala Desa Ibun, satu bulannya ada banyak kejadian kecelakaan yang menyebabkan kehilangan nyawa.

"Di sini memang rawan, setiap bulan 10 sampai 15 kecelakaan. Di 2016, sebulannya paling tidak empat yang meninggal. Karena memang ini jalur tercepat ke Gresik. Tapi sayang, rambunya sangat minim dan tanjakannya terjal. Rawan," katanya.



Sementara itu, dalam perjalanan menguji Honda BR-V ke Garut, ada satu catatan yang detikOto lingkari, yaitu stabilitas dan kenyamanan saat menerjang segala medan bersama BR-V. Meskipun masih terdengar bising dari dalam kabin, rasa hilang kendali saat menggilas jalanan berbatu dan berliku cukup minim dirasakan. Terima kasih kepada suspensi dan fitur Vehicle Stability Assist, Hill Start Assist, dan Aerokit yang sudah bekerja dengan baik.

Usai Siksa BR-V, Honda Resmikan Rambu Lalin di Tanjakan MontengFoto: Ruly Kurniawan


Perihal konsumsi bahan bakar, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy juga cukup merasa puas. Soalnya, perjalanan hari ini yang menempuh jarak sekitar 200 km hanya mencatat torehan 11.5 km/liter di tiap armadanya.

"Ini cukup hemat, menurut saya. Karena kan kita sudah menerjang trek yang menanjak, berliku, jalanan macet, dan lain sebagainya. Maka angka segitu wajar," ujar Jonfis saat berbincang kepada wartawan di Kamjoang, Garut, Selasa (13/2/2018) kemarin. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed